Hukrim

Palsukan Surat, Notaris Sugiharto Jadi DPO

SURABAYA – Polrestabes Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal pencarian orang tersangka yang masuk DPO (daftar pencarian orang).

DPO itu adalah Sugiharto, seorang Notaris yang berkantor di jalan Bubutan No 117 A, Surabaya. Dia melarikan diri pasca ditetapkan sebagai tersanga kasus pemalsuan surat yang dilaporkan oleh Soekoyo.

Informasi yang didapat deliknews.com dari Yen Jet Hwa istri dari Soedjono Candra, status DPO Sugiharto dikeluarkan oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela pada 1 Nopember 2017.

“Nomer DPOnya Sugiharto 227, dia sekarang ada di Jakarta. Gara-gara DPO hubungan Sugiharto dan Soekoyo memburuk, keduanya bentrok. Saya lihat sendiri DPO nya, dia pakai baju merah, tapi waktu saya minta tidak diberikan,” kata Yen Jet Hwa saat ditemui di PN Surabaya, Selasa (14/11).

Untuk diketahui, Notaris Sugiharto bersama-sama Soedjono Candra ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat. Laporan tersebut bermula dari pembelian buldozer antara Soekoyo dengan Soejono Chandra dengan kesepakatan harga 350 juta, Namun belakangan diketahui, akte pembelian buldoser itu disulap sedemikian rupa oleh Notaris Sugiharto hingga menjadi akte jual beli tanah.

Sejak kasus ini bergulir dimeja penyidik, notaris Sugiharto terkesan mendapat perlakuan istimewa. Sugiharto yang sempat ditahan beberapa hari, akhirnya dilepas karena ada upaya penangguhan penahanan.

Perlakuan berbeda didapat oleh tersangka lain dalam kasus ini, yakni Soedjono Chandra. Pria yang telah berusia renta ini tetap ditahan oleh penyidik meski sudah mengajukan penangguhan penahanan.

Tak hanya itu, kasus Soedjono bahkan terlebih dahulu dinyatakan P21 dan kini telah disidangkan di PN Surabaya dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa. (Han/Son)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top