Ekonomi & Bisnis

Dukungan Pemerintah Terhadap Kontribusi Sektor Pertanian Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Jember – Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus memberikan dukungan terhadap kontribusi sektor pertanian bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong kontribusi sub sektor perkebunan tebu melalui program-program yang ditujukan untuk  mendorong peningkatan produktivitas tebu.

Sebagai wujud kepedulian dan peran serta BUMN dalam mendorong peningkatan sub sektor perkebunan tebu, Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan tinjauan ke Kebun Mumbul, Kabupaten Jember, di Provinsi Jawa Timur milik PT Perkebunan Nusantara XII pada Rabu (15/11).

Hadir dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XI, M.Cholidi, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XII, Berlino, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Maryono beserta sejumlah pejabat lainnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Ekonomi Indonesia triwulan II-2017 tumbuh 5,01% atau naik dari sebelumnya 4,00% di  triwulan I-2017 (q to q). Dari sisi produksi, sektor pertanian merupakan sektor kedua yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan sektor perdagangan dan konstruksi.

Sebagai salah satu jenis komoditas pertanian, tanaman tebu memiliki kontribusi dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Tebu sebagai bahan baku komoditas gula sangat dibutuhkan untuk menyokong industri makanan dan minuman serta bahan pangan pokok bagi masyarakat. 

Pemerintah mencatat, total luas tanam tebu di Indonesia saat ini mencapai 450 ribu hektare (ha) yang terdiri dari luas perkebunan rakyat sebesar 266 ribu ha, perkebunan negara 67 ribu ha dan perkebunan swasta sebesar 118 ribu ha. 

Rata-rata produksi tebu rakyat secara nasional berada di bawah 80 ton per ha dengan tingkat rendemen di bawah 8%. Pemerintah juga telah menetapkan tahun 2019 sebagai tahun Swasembada Gula Konsumsi dimana Produksi Gula Kristal Putih (GKP) atau gula konsumsi lokal ditargetkan sebesar 3,3 juta ton pada 2019 atau naik jika dibandingkan target  2018 sebesar 2,8 juta ton dan prognosa  2017 sebesar 2,5 juta ton.

Untuk mendorong tercapainya Swasembada Gula Konsumsi, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas tebu yang dapat dilakukan dengan berbagai upaya antara lain pemantapan areal, rehabilitasi tanaman, penyediaan agro input berupa pupuk dan benih unggul, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas lahan melalui penerapan standar teknis budidaya dan manajemen Tebang Muat dan Angkut (TMA), antisipasi perubahan iklim dan penetapan harga. 

Rini Soemarno mengungkapkan, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas tebu rakyat untuk mencapai Swasembada Gula Nasional melalui peran dan kontribusi BUMN. Melalui strategi pengembangan tebu rakyat, BUMN berperan dalam memfasilitasi pendanaan bagi petani tebu, membantu pengadaan pupuk non subsidi untuk petani tebu rakyat, melakukan supervisi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu, meningkatkan komunikasi dengan petani tebu rakyat serta membuat kontrak giling sebagai jaminan pengelolaan tebu rakyat. 

“Pemerintah terus mendorong agar sektor pertanian beserta sub sektor di dalamnya dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa. Petani Tebu adalah pelaku utama swasembada gula. Dalam rangka mendorong tercapainya swasembada gula peningkatan kapasitas petani penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya,” katanya. 

Lahan perkebunan tebu di Provinsi Jawa Timur saat ini tercatat seluas 203.566 ha yang terdiri dari perkebunana tebu rakyat 184.211 ha, perkebunan negara 18.950 ha dan perkebunan swasta 656 ha. Perkebunan tebu di Jawa Timur merupakan yang terluas di Indonesia atau tercatat sebesar 44% dari total perkebunan tebu nasional. 

“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Jawa Timur khusus untuk mengikuti perkembangan Tebu Rakyat agar tetap tumbuh kembang demi mendukung swasembada Gula Nasional. Dengan penggunaan teknologi yang tepat guna dan mekanisasi untuk menyongsong tahun 2018, saya harapkan dapat membangkitkan semangat petani Jawa Timur dengan peningkatan target produksi menjadi rata-rata 100 ton/ha dan rendemen diatas 9%,” ungkap Rini. 

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menjembatani pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani tebu rakyat dengan membentuk distributor pupuk non subsidi di Jawa Timur yang terdiri dari 6 Kelompok Petani Tebu Rakyat (KPTR) dan 2 Non KPTR. Selain itu, PTPN XI juga menjamin kontrak pembayaran untuk penebusan pupuk yang dibayar dimuka agar  petani rakyat lebih mudah mengakses pupuk tanpa perlu bayar di muka.   

Langkah lainnya adalah membantu pemenuhan modal  bagi petani tebu rakyat. PTPN XI bertindak sebagai off taker atas kredit komersil dari perbankan. PTPN XI memiliki 16 unit pabrik gula 1 unit Pabrik Karung Rosella Baru dan 1 unit Pabrik Alkohol dan Spiritus dengan wilayah kerja Jawa Timur. 

“Ikatan ini dikuatkan dengan kontrak giling antara petani dengan pabrik gula dan sebagai jaminannya tebu yang dibiayai oleh  perbankan dibantu pelunasannya melalui pemotongan pendapatan untuk mengangsur kredit,” kata Cholidi. 

Salah satu contoh perkebunan tebu rakyat di Jawa Timur adalah, Perkebunan Mumbul milik PT Perkebunan Nusantara XII, di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. 

Tercatat, luas areal perkebunan tersebut adalah 3.948,98 Ha yang terdiri dari 3.215,05 ha areal tanaman produktif dan 733.93 ha areal non-produktif. Dalam luas areal produktif, luas areal lahan tebu tercatat sebesar 1.526, 68 ha, yang terbesar dibandingkan tanaman karet dan tanaman lainnya. 

Hingga November 2017, produksi tebu di Perkebunan Mumbul tercatat 14,92 ribu ton, sementara di tahun 2016, jumlah produksi tebu tercatat sebesar 67,66 ribu ton. KPR Subsidi Bagi Masyarakat Jember 

Di lokasi yang sama, Menteri Rini juga melihat langsung kawasan perumahan KPR Subsidi di wilayah Jember yang  kreditnya disalurkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 

Kawasan ini sudah dikembangkan selama kurang lebih 8 tahun dan dihuni oleh ribuan keluarga yang mendapatkan subsidi KPR. 

“Kami akan menyalurkan KPR untuk 2002 unit rumah di kawasan Jember, Lumajang dan Bondowoso yang melibatkan lebih dari 20 developer dengan lahan peruntukan lebih 20 HA,” kata Maryono. 

Rumah yang akan dibangun adalah rumah sederhana seharga Rp 123 juta yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Adapun periode pembangunan dan penyaluran KPR BTN di sejumlah wilayah tersebut direncanakan berlangsung Januari hingga Agustus 2018. 

“Pengembangan properti di wilayah Jember dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat karena multiplier effect yang dihasilkan besar, mulai dari industri bahan bangunan, kerajinan dan sebagainya,” kata Maryono. 

Menteri Rini juga mengapreasiasi peran BUMN dalam menunjang ekonomi daerah melalui program-program BUMN Hadir Untuk Negeri. Ke depan BUMN diharapkan terus memberikan dukungan langsung ke masyarakat, terutama untuk mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.  (Mat)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top