Jawa Timur

Buk Risma, Prostitisi di Surabaya kok masih ada?

Surabaya – Tahun lalu, Pemerintah kota surabaya melakukan pembersihan besar besaran terhadap tempat prostitusi didaerah itu.

Dolly, yang menjadi lokalisasi terbesar di Asia tenggara pun habis dengan kebijakan walikota Tri Rismaharini.

Sejumlah Pekerja seks komersil (PSK) dipulangkan ke daerah asalnya secara bertahap. Bahkan pekerja malam itu dibekali uang tunai.

Meski tempat lokalisasi terbesar itu telah ditutup, tempat lokalisasi baru di kota pahlawan pun masih terbuka bebas secara terselubung.

Salah satu lokalisasi di pusat kota Surabaya yakni Simphony. Meski terbilang lama, tempat tersebut sangat aman dan tidak pernah tercium aparat.

Padahal, tempat lokalisasi terselubung itu berada tak jauh dari kantor Pemerintah kota Surabaya.

Lokasinya tepat berada di jalan tunjungan, di salah satu gang utara hotel majapahit. Tempat tersebut ramai dikunjungi pria hidung belang.

Salah satu PSK di Simphony kepada deliknews.com baru-baru ini, mengaku tempat ini terkondisikan. Lantaran bosnya memiliki backup yang kuat.

“Bosku kuat, jadi nggak ada yang berani grebek”Kata Psk berinisial AG.

Dikatakan dia, lokalisasi ini setiap harinya ramai pengunjung, karena hanya tempat ini yang buka salah satu lokalisasi di kota ini.

Ditanya soal berapa pengunjung dan tarif sekali masuk. AG mengatakan dalam sehari bisa 200 orang pengunjung bahkan lebih, sekali show berbayar Rp600 ribu oer satu jam. katanya.

Adanya lokalisasi di surabaya, membuat kebijakan Risma dalam membebaskan tempat pristitusi di Surabaya perlu dipertanyakan.

Hingga berita ini ditulis, pejabat terkait di Pemerintah kota Surabaya belum dapat di hubungi.
(fai)

REKOMENDASI :

Click to comment

Copyright © 2017 - PT Delik Media Siber

To Top