Petani Menjerit, Pemerintah Kurang Peduli, Para Calon Melangit

Dibaca kali

 Oleh Arianto Chandra 13 Februari 2018, 12:46 WIB

Surabaya – Sejak awal Januari petani bawang di Brebes sudah banyak yg panen. sudah barang tentu jumlah bawang produksi kab Brebes sangat melimpah. Krn terkenal petani bawang terbesar adalah di kab Brebes. Belum lagi kantong kantog produksi kabupaten lain seperti Nganjuk,  Kabupaten Probolinggo dan lain lain, 


patut di syukuri nikmat nya hasil produksi tonase bawang merah tidak hanya puluhan ton tapi ribuan ton. pemerintah harus bangga mempunyai kabupaten penghasil bawang merah yg selalu melimpah ini. syukur yg tidak ada apresiasi oleh pemerintah terhadap petani bawang merah di Brebes, Krn pemerintah gagal melindungi harga jatuh bawang merah di tingkat petani. betapa tidak menyedihkan harga bawah di tingkat petani Brebes sampai titik Rp 2000 /kg, bahkan ada yg harga Rp 1.500/kg. 


Rencana import beras dg anggaran puluhan triliun, harusnya segera di alihkan dg menjaga harga jatuh produksi di tingkat para petani kita. 



Lebih lagi nyata petani Lebak kondisi sekarang juga panen padinya tidak ada yg menyerap, sampai harga Rp.4000/kg..ini sangat tidak menarik di dengar kalau pemerintah keluar anggaran besar buat import beras. padahal pemerintah sudah membuat undang undang perlindungan petani. Di dalamnya jelas ada kewajiban pemerintah untuk melindungi hasil produksi pertanian. Jelas yang di maksud adalah termasuk menjaga jangan sampai harga jatuh di tingkat petani.  



Rasa peduli petani benar benar masih wacana. para menteri ngomong di sawah bela petani. tapi ngomong di kantor rapat anggaran berbeda lagi. terus mana yg bisa di dengar . fungsi pengayom hilang dari balik meja rapat.



Momen pilkada ini adalah sangat tepat bagi para petani untuk menentukan pilihan yang tepat, siapa di antara para calon bupati maupun gubernur yang program dan langkahnya benar benar membela petani lapisan bawah.  Bukan sekedar berkunjung, silaturahim atau berpose foto ria dengan petani yang saat iti sedang panennya harga jatuh, terus komentar dan berjanji akan membela petani.  Yang begitu sudah terlalu banyak contohnya.  Yang kongkrit saja,  langsung kerja kerja dan kerja beli hasil produksinya para petani yang jatuh itu agar tidak di makan tengkulak kelas kakap atau advokasi langsung untuk bisa di beli para pabrik pengolahan dengan harga di atas harga jatuh.  Yang begitu namanya membela petani. Rasanya tidak ada pilihan lain bagi petani kecuali kepada para calon gubernur  dan bupati yang demikian. 



Saya  menghimbau kepada para petani sudah saatnya memilih calon yang benar benar riil bela petani juga nelayan tentunya. jangan lagi di bodohi dengan janji tapi dengan bukti aksi aksi bela petani dan nelayan.



Supeno. 


Sekjend PPNSI.


Komentar


    Baca Lainnya, Delik Nasional

    Bagikan