Kamis, 22 Februari 2018 - 01:12 WIB

Golkar Mataram belum punya target Suara di Pilgub NTB

Mataram – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Mataram hingga saat ini belum menetapkan target perolehan suara dalam Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Barat yang akan berlangsung 27 Juni 2018.

“Secara spesifik, kami di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Mataram belum menetapkan target perolehan suara terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang diusung Partai Golkar Suhaili-Amin,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.

Mohan yang juga menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram ini mengatakan, untuk menetapkan target perolehan suara memang tidak bisa serta merta disebut, sebab membutuhkan kajian ilmiah.

“Karena itulah, kami belum bisa menyebutkan target perolehan suara untuk pasangan Suhaili-Amin,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, sebagai kader partai dirinya siap melaksanakan apapun yang menjadi instruksi partai akan dijalankan sesuai dengan kemampuannya.

Bahkan, jika dirinya diminta ketersediaan menjadi juru kampanye (jurkam), Mohan menyatakan siap meskipun harus cuti atau izin dari jabatan pemerintahan yang diembannya saat ini.

Sementara menyinggung tentang target untuk pemilihan legislatif 2019, Mohan yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Mataram ini mengatakan, untuk target pemilihan legislatif (pileg), DPD Partai Golkar Mataram menargetkan perolehan kursi harus meningkat dari jumlah sebelumnya.

“Target kami, jumlah kursi harus lebih banyak dari pileg sebelumnya, dimana saat ini perolehan kursi Golkar terbanyak yakni sembilan kursi dari 40 kursi yang ada,” katanya.

Apalagi dalam pileg tahun depan, lanjutnya, telah diberlakukan aturan baru terhadap sistem perolehan kursi, di mana suara partai akan dibagi habis dalam Partai Golkar sendiri, sebelum dibagi ke partai lain.

“Kami menilai aturan yang ditetapkan itu lebih adil dari aturan sebelumnya, karenanya untuk pileg 2019 kami bisa targetkan 12 kursi dan 30 persen keterwakilan perempuan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 273 kali

loading...
Baca Lainnya

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

Banyak Pihak Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Reza Pahlevi Pandemi belum berakhir dan pemerintah berusaha keras mengatasi efek negatifnya. Caranya...

28 September 2020, 00:07 WIB

RUU Cipta Kerja Mengatur Pengupahan Agar Pekerja Lebih Sejahtera

Oleh : Edi Jatmiko RUU Cipta Kerja merupakan salah satu terobosan untuk meringkas hiper regulasi....

27 September 2020, 09:27 WIB

Mempertanyakan Klaim Gatot Nurmantyo Tentang Kebangkitan PKI

Oleh : Zakaria Di tengah pandemi Covid-19, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmatyo kembali ke publik...

27 September 2020, 00:28 WIB

Banyak Pihak Menikmati Manfaat Program PEN

Oleh : Rizal Ramadhanu Ada banyak strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi...

26 September 2020, 22:15 WIB

Pemerintah Berupaya Maksimal Tangani Covid-19

Oleh : Made Raditya Pandemi corona memang belum berakhir namun pemerintah terus berjuang agar penyakt...

26 September 2020, 21:53 WIB

loading...