Ekonomi & Bisnis

Pesawat Airfast mendarat darurat di Laut

Jakarta – Pesawat amfibi milik maskapai Airfast Indonesia jenis Twin Otter DHC6 berregistrasi PK-OCK dengan rute Pulau Bawah, Kepulauan Anambas, menuju ke bandara Hang Nadim Batam terpaksa mengalihkan pendaratan di laut karena kendala teknis pada pada Sabtu (10/3) pukul 13.24 WIB.

“Pesawat jenis amfibi ini memutuskan untuk mendarat di perairan karena tidak berhasil menurunkan roda pendarat sebelah kiri. Namun demikian seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang selamat dan dalam kondisi baik tidak mengalami luka sama sekali. Begitu juga dengan pilot dan pesawatnya,” kata Managing Director PT Airfast Indonesia Arif Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan, pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.

“Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya,” katanya.