Selasa, 13 Maret 2018 - 09:53 WIB

Istimewa

Istimewa

Soal Penggantian Nama Jalan Surabaya, Soekarwo bakal turun dialog

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku akan berdialog dengan masyarakat dan sejumlah pihak terkait kebijakan pengubahan dua ruas nama jalan di Surabaya.

“Saya kira perlu ada dialog dan pembicaraan dengan masyarakat terkait kebijakan nama jalan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa.

Menurut dia, kebijakan pengubahan nama jalan, yaitu sebagian Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda dan sebagian Jalan Gunung Sari menjadi Jalan Prabu Siliwangi adalah bagian dari kepentingan umum.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menegaskan segera menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Binaan Umum Gatot Sulistyi Hadi dan Humas Pemprov Jatim untuk melakukan sosialisasi.

“Jadi, ada hak pribadi seseorang, tapi ada juga hak kepentingan umum. Nah, ini yang harus seimbang,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Gubernur yang juga seorang politikus itu menyampaikan bahwa pengubahan nama jalan bukan penghapusan jalan sepenuhnya, tapi hanya sebagian dari dua jalan untuk simbolik harmoni budaya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya telah membalas surat sebagai bentuk respons surat dari Gubernur Jatim melalui surat bernomor 640/1433/436.7.5/2018 tentang usulan pengubahan nama jalan.

Kepala Bagian Humas Kota Surabaya M. Fikser menjelaskan pengubahan nama jalan masih melalui proses panjang, tidak hanya sampai di wali kota melainkan dilanjutkan di tingkat DPRD Surabaya.

Saat ini, kata dia, pemkot masih menunggu jawaban surat dari Pemprov Jatim untuk selanjutnya diserahkan ke DPRD Surabaya.

Sesuai aturan yang ada, DPRD Surabaya selanjutnya membawa surat tersebut untuk dibahas di Badan Musyawarah (Banmus), kemudian pimpinan DPRD Surabaya membentuk panitia khusus.

“Pada saat pembahasan di pansus itu, nantinya akan mengundang tenaga ahli, pakar sejarah dan kalangan masyarakat. Dari situ, kalau semua sudah ada titik temu maka dilanjutkan di rapat paripurna untuk pengesahan,” katanya.

Diketahui penamaan dua jalan tersebut digagas dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam acara rekonsiliasi budaya antara Sunda dan Jawa dengan tema “Harmoni Budaya Sunda Jawa” di Surabaya pada Selasa (6/3).

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan pergantian nama jalan menandai rekonsiliasi antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat sekaligus mengakhiri 661 tahun “perselisihan” antaretnis Sunda dan Jawa.

Artikel ini telah dibaca 92 kali

loading...
Baca Lainnya

SIG Kerjasama dengan Balitjestro Budidayakan Tanaman Buah di Lahan Green Belt Pabrik Tuban

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan...

28 September 2020, 15:50 WIB

KPU Tuban Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati – Wabup

Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Launching dan Pengambilan Nomor Urut Pasangan...

24 September 2020, 21:32 WIB

Bantu UMKM Klaster Perikanan Untuk Berkembang, SIG Berikan Bantuan Modal dan Pendampingan

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha...

19 September 2020, 03:28 WIB

Bupati Tuban Perpanjangan Pembatasan Jam Malam

Tuban – Bupati Tuban, H Fathul Huda, memperpanjang pembatasan jam malam di seluruh wilayah Bumi...

15 September 2020, 20:39 WIB

Pengurus Pusat KBPPAL Harus Bisa Bersinergi Dengan Mabes TNI AL

Surabaya – Kopdar kecil-kecilan para inisiator KBPPAL (Keluarga Besar Putra Putri Angkatan Laut) dari Jakarta,...

13 September 2020, 21:48 WIB

HUT FKPPI ke 42, Anggota PD XIII FKPPI Jatim Menggelar Donor Darah

Surabaya – Untuk menyambut HUT FKPPI ke-42, Pengurus PC 1330 KB FKPPI Surabaya menggelar bhakti...

13 September 2020, 12:49 WIB

loading...