Pilkada

Suara Perempuan Untuk Khofifah, Emil Representasi Milenial

Surabaya – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Khofifah-Emil rupanya bakal menang besar di Pilkada Jawa Timur 2018 Ini karena keduda pasangan calon itu memiliki popularitas yang cukup baik.

Dalam surveri Poltracking yang dikeluarkan Minggu kemarin, Elektabilitas Khofifah-Emil pada bulan Maret 2018 mencapai 42,4 persen. Sedangkan Saifullah (Gus Ipul)-Puti berada pada angka 35,8 persen, dengan undecided voters sebesar 21,8 persen.

Bahkan, elektabilitas Khofifah pada bulan Maret, lebih tinggi daripada Gus Ipul saat disimulasikan pemilihan tanpa disertai calon wakil gubernur masing-masing.

Khofifah 42,6 persen. Lebih unggul dari Gus Ipul yang 39,6 persen dalam pertanyaan kandidat tunggal, yakni simulasi pemilihan dengan pilihan kandidat calon gubernur. Demikian survei poltracking.

Benar saja Khofifah dikenal dikalangan ibu-ibu, lantaran khofifah adalah ketua muslimat NU yang selama ini bisa ngemong mereka. Kepemimpinannya nyaris tanpa celah. Karena itu tak berlebihan jika Khofifah dianggap sebagai ibu mereka.

Khofifah dianggap mampu memimpin organisasi perempuan di bawah naungan Nahdatul Ulama itu dari segala aspek, tidak hanya rajin menggelar pengajian kubroan hingga di pelosok-pelosok desa sebulan sekali, tapi juga dianggap paling berjasa dalam kemajuan Muslimat NU, terutama di Jatim. Misalnya, pengelolaan lembaga pendidikan dan rumah sakit yang terpampang nyata di masyarakat.

Tentu sebagai anak yang baik dan shalihah, para perempuan NU di Jawa Timur itu tahu balas budi kepada orangtuanya, jika tak ingin disebut sebagai anak yang durhaka. Ini bukan membual. Karena, ketua Pimpinan Muslimat NU Jatim Masruroh Wahid sendiri telah mencanangkan bahwa muslimat NU Jatim tidak akan pernah pindah ke lain hati sampai kapan pun. Komitmen dan kesetiaan mereka tak akan pernah diragukan lagi. Menurutnya, seluruh pimpinan dan massa di cabang yang berjumlah 43 cabang sampai tingkat ranting, semua telah berkomitmen untuk memenangkan ibu mereka di Pilgub Jatim.

Jelas, komitmen ini perlu digarap serius oleh tim pemenangan Khofifah-Emil. Di sisi lain, secara personal branding Khofifah nyaris tanpa cacat selama berkiprah sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur maupun Menteri Sosial era Jokowi. Bahkan Yusuf Kalla pun mengakui bahwa Khofifah adalah tipe pekerja keras, dan bisa dibilang tak pernah tersandung masalah. Rekam jejak ini tentu menjadi modal dasar Khofifah untuk maju sebagai seorang gubernur. Ingat, Jawa Timur belum pernah mencatat sejarahnya dipimpin oleh gubernur perempuan. Ini juga bisa menjadi amunisi Khofifah untuk menaklukkan lawannya.

Emil Dardak Representasi Milenial

Data dari Lembaga Konsultan Politik IT Research Politic Consultant (IPOL) Indonesia menyebutkan, dari 38,85 juta jiwa penduduk Jatim, ada sebanyak 17,1 juta kelompok usia produktif yang masuk kategori pemilih rasional. Nah, dari jumlah tersebut, sebanyak 37,68% atau 14.506.800 peserta pilkada Jatim adalah anak muda. Mereka adalah generasi milenial yang akrab dengan teknologi dan gadget sebagai media informasi.

Usia Emil yang terbilang cukup muda, 33 tahun, adalah bagian dari generasi itu. Potensi ini harus bisa dimanfaatkan Emil bahwa generasi milenial adalah ceruk pasar sangat potensial untuk mendulang suaranya. Seperti yang sudah banyak ditulis media, generasi milenial yang lahir pada 1981-1994 itu akan menjadi rebutan para calon gubernur. Karena itu, untuk menaklukkannya, Emil harus mampu bertarung di dunia maya dengan lawannya.

Ciri utama generasi milenal adalah kritis dan selalu menganalisis sebelum menentukan pilihan. Mereka tidak mau didikte. Mereka selalu ditemani gadget untuk mencari kebenaran versi mereka melalui internet, termasuk rekam jejak calon pemimpin yang akan mereka pilih. Oleh karena itu, memahami mereka adalah mutlak. Emil tak akan menemui kesulitan berarti untuk masuk ke sana karena dia sendiri bagian dari mereka. Tantangannya, bagaimana dia mampu mengungguli lawannya dalam memanfaatkan internet sesuai kebutuhan anak-anak muda.

Tags

Related Articles