Surabaya

DPRD Surabaya Sayangkan Baliho Tolak Nama Jalan Dirobohkan

Surabaya – Legislator menyesalkan baliho tolak perubahan usulan Pemkot Surabaya yang berencana mengubah Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1975 terkait perubahan nama jalan dirobohkan orang tidak dikenal.

“Baliho dipasang pagi, tapi siang sudah roboh,” kata anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, baliho yang ia pasang di Jl. Dinoyo berisikan materi tentang penolakan perubahan nama Jl. Dinoyo menjadi Jl. Pasundan diketahui tergeletak di pinggir jalan setelah beberapa jam dipasang.

Awey mengaku tidak tahu siapa yang merobohkan baliho tersebut. Menurutnya, laporan yang masuk ke pihaknya baliho itu dirobohkan beberapa jam setelah dipasang.

Robohnya baliho penolakan perubahan nama jalan tersebut, ujar Awey, menjadi bukti arogansi oknum terhadap adanya perbedaan pendapat. Menurutnya, nama jalan merupakan kesepakatan publik dan dirinya sebagai wakil rakyat wajib memperjuangkan aspirasi rakyat.

Terlebih, kata dia, ada upaya memangkas kewenangan pihak legislatif dalam persoalan itu.

“Saya menolak keras perubahan nama jalan itu, dan saya yakin penolakan akan kian besar lantaran ini sesuatu yang dipaksakan,” katanya.

Related Articles