Jokowi Story

Jokowi Story : Kisah Bertemu ‘Nyak Sandang’ Yang Ikut Urunan Beli Pesawat RI

Jokowi Story – Pada bulan Juni 1948, Presiden Soekarno datang ke Kutaraja (kini Banda Aceh) menghadiri jamuan makan malam istimewa yang digelar para saudagar Aceh. Saat makanan telah terhidang, Bung Karno berpidato seraya menunjukkan sebuah miniatur pesawat. “Saya tidak akan makan sebelum orang Aceh berjanji menyumbang sebuah pesawat terbang kepada pemerintah untuk memperlancar perjuangan mempertahankan kemerdekaan.”

Permintaan Bung Karno segera dikabulkan. Para saudagar dan rakyat Aceh bersepakat untuk urunan dengan menyumbang emas dan uang. Salah satunya adalah Nyak Sandang, pemuda Aceh yang kala itu berusia 23 tahun. Ia juga seorang pengagum Bung Karno.

Nyak Sandang menjual sepetak tanahnya dan 10 gram emas untuk disumbangkan kepada negara. Pada tahun 1950, dia juga membeli obligasi pemerintah, yang buktinya masih disimpannya dengan baik. Dari Nyak Sandang dan masyarakat Aceh lainnya, akhirnya terkumpul sebanyak 120.000 dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni, yang cukup untuk membeli pesawat. Pesawat itu diberi nama Seulawah, gunung emas dalam bahasa Aceh.

70 tahun setelah Bung Karno menghadiri jamuan makan di Banda Aceh itu, pada Rabu 21 Maret kemarin, saya bertemu Nyak Sandang di Istana Merdeka. Usianya sudah 91 tahun. Nyak Sandang masih ingat peristiwa tahun 1948 ketika Bung Karno datang ke Aceh itu. Ia bahkan masih menyimpan bukti obligasi pemerintah yang dibelinya di tahun 1950, dan kertasnya sudah menguning dimakan waktu.

Tak banyak yang Nyak Sandang inginkan. Ia hanya ingin masjid di kampungnya di Lamno dibangun, menjalani operasi katarak, dan juga berangkat haji di usianya yang sepuh. Semoga keinginan Nyak Sandang yang begitu mencintai negeri ini segera terwujud.

Demikian itu cerita yang ditulis oleh Presiden Joko Widodo.

Tags