Nasional

Pembobol Bank Mandiri Rp1,4 Triliun Ditangkap

Jakarta – Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan Juventius yang ditangkap di Apartemen Metro Suites Bandung, Jawa Barat, mempunyai peran besar dalam pembobolan Bank Mandiri Cabang Bandung Rp1,4 triliun.

“Dia yang menyusun proposal dan membuat permohonan. Dia mempunyai peran besar ketika mengajukan permohonan kredit,” katanya di Jakarta, Jumat.

Termasuk juga, kata dia, tersangka memiliki peran besar dalam permohonan kredit termasuk perpanjangan-perpanjangan kredit. “Intinya semuanya indikasi terlibat kita tangani,” katanya.

Sampai sekarang, ia menambahkan sudah ada lima tersangka dalam kasus itu, yakni, Juventius, Rony Tedy selaku Direktur PT Tirta Amarta Bootling (TAB), serta Manager Komersial Perbankan Surya Baruna Semenguk, Relationship Manager Frans Eduard Zandra dan Senior Kredit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo.

Khususnya untuk tersangka dari Bank Mandiri diduga telah menyalahgunakan otoritasnya dengan prinsip kehati-hatian bank serta sebagai pengusul pemberian kredit yang diajukan PT TAB juga diduga menyalahi kuasa dalam penghargaan dan penambahan kredit.

Kasus ini bermula ketika Rony pada 15 Januari 2015 mengajukan perpanjangan dan penambahan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp880,60 miliar ke Bank Mandiri. PT TAB kemudian mengajukan perpanjangan dan tambahan plafon LC sebesar Rp40 miliar dari sebelumnya Rp10 miliar. Selain itu, PT TAB mengajukan penambahan fasilitas Kredit Investasi (KI) senilai Rp250 miliar selama 72 bulan.

Dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit, terjadi penggelembungan data aset PT TAB. Alhasil, nota analisa pemutus kredit menyatakan kondisi keuangan PT TAB mengalami perkembangan dan bisa memperoleh perpanjangan serta tambahan fasilitas kredit.

PT TAB juga diduga menggunakan uang fasilitas kredit sebesar Rp73 miliar yang tidak sesuai perjanjian KI dan KMK. Rony diduga menggunakan hasil kredit sekitar Rp65 miliar untuk kepentingan pribadi. Uang tersebut dipinjamkan oleh Rony untuk mendapatkan keuntungan serta membeli berbagai barang.

Berdasarkan hasil audit independen, kasus pembobolan Bank Mandiri ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp1,4 triliun yang dihitung dari pokok, bunga dan denda.

Related Articles