Jakarta

Dua daerah ini Copas Smart City Tanggerang

Tanggerang – Dua daerah yakni Kabupaten Banjar dan Kota Palembang mengadopsi aplikasi smart city yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang H Tabrani, di Tangerang, Sabru, kesepakatan tersebut dilakukan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Kabupaten Banjar dan Kota Palembang dengan Kota Tangerang.

Pjs Wali Kota Tangerang HM Yusuf menyambut kedatangan kedua kepala daerah ini dengan tangan terbuka.

Yusuf juga menegaskan, aplikasi-aplikasi yang ada di Kota Tangerang bisa diadopsi dan dikembangkan secara gratis.

“Silakan adopsi, kembangkan aplikasi-aplikasi yang ada pada kami. Saatnya kita berkolaborasi. Berbagi pengalaman tentang smart city, agar Indonesia bisa terus maju melalui pemerintah daerahnya,” katanya pula.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang H Tabrani menjelaskan Kota Tangerang memiliki 172 aplikasi yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu aplikasi layanan publik (Portal Tangerang LIVE) dan aplikasi berbasis layanan pemerintah Setiap aplikasi memiliki manfaat untuk kemudahan pegawai dalam pelaporan kerja, dan juga bagi masyarakat untuk pelayanan kebutuhan seperti perizinan maupun pengaduan.

“Seperti aplikasi LAKSA yang dapat menampung aspirasi, keluhan masyarakat. Aplikasi Perizinan Online dan Simpati RS yang memberikan informasi tentang jumlah ketersediaan kamar yang ada,” katanya.

Ahmad Najib selaku Pjs Wali Kota Palembang menuturkan, ketertarikannya untuk mengadopsi beberapa aplikasi yang ada di Kota Tangerang.

“Kami melihat aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh Kota Tangerang sangat baik, pas dan memiliki manfaat yang banyak untuk pelayanan masyarakat,” katanya.

Serupa dengan Kabupaten Banjar, Bupati Kalilurrahman juga menuturkan bila Kota Tangerang adalah kota yang tepat untuk belajar banyak hal dari daerah yang sudah menerapkan smart city terutama dalam hal layanan publik.

“Kabupaten Banjar memiliki jumlah penduduk sebanyak 554.443 jiwa. Supaya pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan lancar, kami rasa sudah saatnya Banjar memiliki aplikasi-aplikasi berbasis pelayanan untuk masyarakat,” ujarnya pula.