Ekonomi & Bisnis

Inflasi Maret 0,2 persen, Begini Langkah Menko Darmin

Jakarta – Harga beras dari semua kualitas mengalami penurunan pada Maret 2018 kerena adanya musim panen raya. Kendati demikian, pemerintah masih tetap mendorong penurunan harga makanan pokok masyarakat Indonesia itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, selain harga beras, pemerintah juga akan berupaya menekan harga daging.

“Kita masih fokus beras dan daging, sudah turun kita masih mau turun kalau medium Rp9.400 dan premium Rp12.500, kalau yang termurah ya enggak selalu ada tapi harga harus lebih rendah,” ujarnya di Kantor Kementerian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin

Menko Darmin melanjutkan, pemerintah akan berupaya menjaga harga komoditas bahan pengan terutama menjelang masa Ramadan. Dengan demikian, kenaikan harga komoditas masih bisa ditangani sehingga inflasi pun masih terkendali. “Kita masih tetap berusaha bergerak ke normal lagi target puasa dan Lebaran ini,” kata Menko Darmin.

Sementara itu, Kepala BPS Kecuk Sehariyanto meyakini harga beras masih dapat turun karena akan ada panen besar di Bulan April.

“Saya berharap harga beras akan terkontrol dan akan turun lagi di April lebih tajem lagi sesuai keinginan pak Presiden sehingga pada bulan puasa nanti bisa terkendali,” kata dia.

Adapun pada Maret 2018 rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.893 per kilogram turun sebesar 4,71% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara rata-rata harga kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.698 per kilogram turun sebesar 5,06% dari bulan sebelumnya.

“Demikian juga rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.554 per kilogram turun sebesar 11,41% dari bulan sebelumnya,”ujarnya.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan Maret 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2018 semua kualitas mengalami kenaikan 5,37% untuk kualitas premium, sebesar 11,41% untuk kualitas medium, dan sebesar 14,57% untuk kualitas rendah.

Related Articles