Internasional

Istri Nelson Mandela tutup usia

Soweto – Mantan istri alrmahum Nelson Mandela, Winnie Madikizela-Mandela, meninggal dunia di usia 81 tahun. Ia dianggap sebagai pahlawan atas jasanya dalam memberantas gerakan anti-apartheid (politik pemisahan berdasarkan warna kulit) selama mantan suaminya itu mendekam di balik penjara.

Juru bicara keluarga, Victor Dlamini menuturkan, Winnie meninggal dunia dalam damai dengan dikelilingi oleh keluarganya. Ia diketahui menderita penyakit menahun sehingga rutin keluar-masuk rumah sakit sejak awal 2018.

“Winnie Mandela meninggalkan warisan besar dan, sebagaimana kita berbicara dalam budaya Afrika, sebatang pohon raksasa telah tumbang,” ujar Presiden Afrika Selatan (Afsel), Cyril Ramaphosa, usai melayat ke rumah almarhumah di Soweto, dinukil dari Reuters, Selasa.

“Dia menjadi salah seorang perempuan yang kuat di tengah perjuangan kami, yang menderita sangat banyak di bawah rezim apartheid, yang dipenjara, yang dibuang, yang diperlakukan dengan sangat buruk,” imbuh Ketua Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) itu.

Presiden Cyril Ramaphosa menerangkan, prosesi peringatan resmi kenegaraan untuk mengenang jasa Madikizela-Mandela akan diadakan pada 11 April sedangkan pemakaman secara kenegaraan akan digelar pada 14 April. Menurut sang presiden, Afrika Selatan telah kehilangan seorang ibu, nenek, teman, pemimpin, dan ikon.

Rumah mendiang Winnie Madikizela-Mandela langsung dikerumuni oleh sekira 200 orang setelah kabar kematiannya tersebar di mana sebagian menyanyi dan menari. Meski demikian, penyebab meninggalnya Winnie Madikizela-Mandela tidak secara resmi diungkapkan.

Mantan Uskup Agung Afrika Selatan, Desmond Tutu, turut berduka atas meninggalnya Winnie Madikizela-Mandela. Menurutnya, keberanian Winnie dalam melakukan perlawanan telah memberikan inspirasi nyata baginya dan beberapa generasi aktivis anti-apartheid.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang disampaikan melalui juru bicaranya Stephane Dujarric.

“Sekretaris Jenderal sangat sedih atas meninggalnya Ibu Winnie Madikizela-Mandela, seorang tokoh besar di garis terdepan dalam perlawanan terhadap apartheid di Afrika Selatan. Ia bersuara dengan lantang dan tanpa rasa takut dalam perjuangan demi kesetaraan hak dan akan selalu diingat sebagai simbol perlawanan,” kata Stephane Dujarric.

Winnie Madikizela lahir pada 26 September 1936 di Bizana. Ia sudah terlibat dan tertarik dalam dunia politik sejak usia muda saat bekerja sebagai pekerja sosial di rumah sakit. Nelson Mandela tertarik padanya saat bertemu di sebuah halte bus di Soweto pada 1957. Pasangan itu lantas menikah pada 1958.

Selama Nelson dipenjara sejak 1964, Winnie meneruskan perjuangannya tanpa lelah. Perjuangan keduanya membuahkan hasil dengan pembebasan Nelson Mandela pada 1990 hingga terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan. Akan tetapi, pasangan tersebut bercerai pada 1996 setelah menikah selama hampir empat dekade yang telah dikaruniai dua orang anak.

Related Articles