Nasional

Terungkap Fakta Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto

Jakarta – Persidangan kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi pengadaan KTP Elektronik kembali mengungkap fakta-fakta baru.Sidang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Senin 2 April 2018.

Dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, yang salah satunya adalah saksi yang berprofesi pengacara yang bekerja di kantor hukum Yunadi & Associated, Achmad Rudyansyah. Selain itu, ada lima orang saksi lainnya merupakan pegawai di RS Medika Permata Hijau. Mereka di antaranya dokter Francia Anggreni, supervisor keperawatan Indri Astuti, perawat Nurul Rahmah Nuari, serta dua orang petugas keamanan Abdul Aziz dan Mansur.

Bimanesh diduga telah melakukan rekayasa pemeriksaan medis terhadap Setya Novanto agar terbebas dari sergapan penyidik KPK. Bimanesh tidak sendiri dalam melakukan rekayasa, saat itu Fredrich Yunadi yang saat ini menjadi kuasa hukum Setnov diduga turut serta melakukan rekayasa. Berikut ini beberapa fakta baru yang terungkap di sidang Senin 2 April kemarin

faktanya sebagai berikut :

1. Perawat Bantah Setnov Benjol Segede Bapao

Dalam persidangan tersebut, Supervisor keperawatan Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Indri Astuti membantah soal luka benjolan “segede bakpao” yang diderita terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) usai mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Padahal kala itu Pengacara Setnov, Fredrich Yunadi sempat menyebut kliennya mengalami luka benjol sebesar bakpao. Untuk kebih menyakinkan, Bimanesh kangsung memgambil alih Indri yang saat itu sedang melakukan pemeriksiaan, Bimanesh mengatakan bahwa tensi Stya Novanto mencapai 180/110.

2. Sevnov Diinfus Menggunakan Jarum Anak-Anak

Saat itu juga Bimanesh memerintahkan Indiri untuk memasang inpus ditangan Setnov. Setya Novanto diinpus menggunakan jarum untuk anak-anak, pasalnya pembuluh darah vena di tangan kanan Setnov sulit dicari atau tidak muncul. Sehingga, diputuskan untuk menggunakan jarum yang berukuran lebih kecil agar bisa masuk ke pembuluh vena.

3. Perawat Indri Astuti Sempat Kaget.

Saat Setnov sedang menjalani, Indri sempat menyaksikan Senov terlihat bugar bahkan tanpa bantuan awak media, mantan Ketua DPR ini berdiri tegak saat buang air kecil di toilet. Namun saat Setnov menyadari bahwa ada sesorang, Setnov kembali merasaa lemas bahkan untuk kembali ke tempat tidurnya merasa kesulitan.

4. Sebelum pergi ke rumah Sakit, Fredrich Perintah Anak Buahnya Cek Fasilitas Rumah Sakit

Achmad Rudyansyah salah satu pengacara yang berkantor di kantor hukum Yunadi & Associated, rupanya sempat mendapatkan titah dari sang bos untyuk mengecek fasilitas rumah sakit. Pada saat ke rumah sakit Achmad bertemu dengan dokter Alia, Achmad langsung menyampaikan kepada bahwa dirinya merupakan utusan dari Fredrich Yunadi. Pada Awalnya, Alia sempat kebingungan dengan pertanyaan Achmad yang menanyakan fasilitas rumah sakit. Namun tidak lama Fredrich Yunadi menghubungi Alia.

Tags

Related Articles