Maluku Utara

Astaga, Pemkot Ternate Kecolongan PAD Bocor

Ternate – DPRD Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengecek kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, menyusul tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Ternate, Mohdar Bailusy di Ternate, mengatakan, DPRD saat ini turun ke lapangan khususnya di kawasan Terminal Gamalama untuk evaluasi target PAD dari Dishub mengenai pengelolaan PAD khususnya dari sisi retribusi.

Ada enam retribusi yaitu parkir tepi jalan umum, retribusi parkir, retribusi Terminal, Kepelabuhanan, trayek dan lain-lain, setelah evaluasi terlihat target dari 6 pos pendapatan di Dishub itu rata-rata di bawah 50 persen.

Oleh karena itu, DPRD mencatat ini merupakan kegagalan Dishub untuk mengelola PAD, sementara di lapangan potensi PAD sangat banyak.

Dia mencontohkan, untuk parkir di tepi jalan umum yang ditargetkan Rp 3,5 miliar di tahun 2017, realisasinya hanya Rp 600 juta, kemudian retribusi Terminal yang ditargetkan Rp 1 miliar ternyata hanya mencapai Rp 200 juta, begitu juga yang lainnya dan ini sangat aneh, padahal potensi di terminalnya itu sangat banyak.

“Selain dari jasa terminal melalui keluar-masuk kendaraan angkutan kota, itu ada titik-titik tertentu yang dimanfaatkan, misalnya penagihan retribusi di tempat penjualan malam di lingkungan terminal, pedagang asongan dan lain-lain, belum lagi ada pemanfaatan WC umum, potensi-potensi itu sangat besar, namun realisasinya setiap tahun tetap jongkok dan tidak ada peningkatan,” katanya.

Untuk itu, DPRD meminta harus ada pembenahan manajemen dalam pengelolaan agar setiap aitem PAD yang suda ditargetkan itu bisa berkonstribusi besar, bahkan tata kelola masih sangat amburadul dan infrastruktur juga masi sangat minim.

Sebelumnya, DPRD Kota Ternate mencatat, enam tahun tidak target karena adanya kebocoran menyusul lemahnya pengawasan atasan, terutama yang memiliki hubungan dan hubungan ini ibarat sebuah simbosis mutalisme, dimana keduanya saling membutuhkan.

Dia menegaskan, semua sumber pendapatan daerah tidak mencapai target, khususnya PAD dari tahun 2011 sampai 2016 tak pernah capai target walaupun target dan realisasi dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan dan kenaikan itu tidaklah signifikan.

“Realisasi PAD dalam APBD Kota Ternate 2016 sebesar Rp 69.390.176. 544 atau 93,85 persen dari target pendapatan asli daerah sebesar Rp 73.934.252.000,” katanya.

Related Articles