Papua

Bakutembak di Tembagapura, TNI bantah bakar rumah

Timika – Satuan tugas (Satgas) operasi pembebasan kampung-kampung yang dikuasai kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua menegaskan bahwa TNI tidak melakukan pembakaran rumah bahkan yang di dalamnya ada bayi. TNI justru menyelamatkan bayi tersebut dari kebakaran.

Komandan Satgas Kolonel Inf Frits Pelamonia mengatakan, siap bertanggung jawab jika memang TNI yang melakukan pembakaran terhadap rumah warga yang di dalamnya terdapat bayi tersebut.

“Jadi kalau masyarakat bilang kita bakar ini dan itu, mohon maaf. Saya Dansatgas berani bertanggung jawab, tidak ada seperti itu. Justru kita yang menyelamatkan bayi itu,” kata Frits Pelamonia usai menelusuri lokasi kontak tembak di Kampung Banti 1, Distrik Tembagapura, kemarin.

Sebelumnya, KKSB menuding bahwa seorang bayi yang dibakar oleh TNI di dalam rumah kemudian meninggal dunia pasca-terjadi baku tembak pada 1 April 2018.

Frits yang juga Komandan Brigif (Danbrig) 20/IJK menyangkal tudingan KKSB. Menurutnya, TNI lah yang menyelamatkan bayi tersebut saat anggota KKSB membakar rumah warga. Kini, bayi itu kondisi tubuhnya cacat dan telah diserahkan kepada kepala Kampung Banti 1.

“Kita diserang sama mereka, tapi kita masih bisa menyelamatkan bayi itu. Bayi itu cacat. Jadi yang tadi saya jelaskan, mereka bakar (rumah), mereka tinggalkan dan mereka mundur. Untung anggota masih bisa dengar suara tangis bayi itu, sehingga bisa langsung dobrak, ambil, lalu bawa keluar,” tuturnya.

“Itu bukti bahwa kita TNI tidak ada sama sekali seperti itu,” imbuhnya.