Internasional

Serangan Gas Kimia, Tewaskan 41 jiwa

Damasqus – Organisasi Komunitas Medis Amerika Suriah (SAMS) menuturkan, terjadi serangan gas kimia di Ghouta Timur hingga menewaskan puluhan orang. Menurut perhitungan SAMS, sedikitnya 41 orang tewas dalam insiden tersebut dengan kemungkinan jumlah korban terus bertambah.

Pemerintah Suriah membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan, kabar mengenai peluncuran serangan gas itu mulai muncul pada Sabtu 7 April malam waktu setempat. Damaskus yakin bahwa pemberontak di Ghouta mulai kewalahan hingga akhirnya menyebarkan berita palsu.

Kelompok pemberontak, Jaish al Islam, menyebarkan berita serangan gas palsu dalam upaya yang gagal untuk menghalangi kemajuan yang dicapai oleh tentara Republik Suriah,” bunyi pernyataan resmi pemerintah lewat kantor berita SANA, mengutip dari Reuters

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Heather Nauert, memilih untuk menunggu laporan terkonfirmasi mengenai serangan kimia tersebut. Jika benar, maka Washington akan segera meminta respons dari dunia internasional.

Alih-alih mengecam, Nauert justru mengungkit kasus serangan gas sarin ke arah barat daya Suriah pada 2017. Pemerintah Suriah di bawah rezim Presiden Bashar al Assad dan sekutunya Rusia dianggap oleh PBB serta negara-negara Barat bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Rezim Assad dan pendukungnya harus dimintai pertanggungjawaban dan serangan lanjutan harus segera dicegah. AS meminta Rusia untuk mengakhiri dukungannya dan bekerja bersama komunitas internasional untuk mencegah serangan kimia barbar berlanjut,” ujar Heather Nauert.

Sebagaimana diberitakan, pasukan pemerintah Suriah mulai menggeser serangannya ke Ghouta timur untuk menggempur pemberontak setelah wilayah lain berhasil diambil alih. Serangan udara yang berlangsung sejak Februari itu telah menewaskan lebih dari 600 orang.

Tags

Related Articles