Surabaya

Kapolrestabes Surabaya serukan perangi Miras Oplosan

Ternate – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan menyerukan perang terhadap minuman keras ilegal dan oplosan dengan merangkul tiga pilar dan tokoh masyarakat.

“Kami menyadari kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi peredaran minuman keras ilegal dan oplosan. Untuk itu kami merangkul TNI dan Pemerintah Kota Surabaya serta tokoh masyarakat untuk sama-sama memeranginya,” ujarnya dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu.

Khususnya bersama pimpinan TNI, Rudi telah menyepakati akan menindak tegas anggotanya yang terlibat membekingi peredaran minuman keras ilegal dan oplosan.

“Saya juga mengajak warga Kota Surabaya, ada ulama, tokoh masyarakat, instansi terkait, dan media, untuk bersama-sama memerangi peredaran minuman keras ilegal dan oplosan. Mari tumbuhkan daya tangkal supaya masyarakat tidak menyelesaikan persoalannya melalui minuman keras,” ucapnya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu berharap peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Kota Surabaya bebas dari minuman keras ilegal dan oplosan.

“Bahkan nanti kita akan bahas bersama dengan Majelis Ulama Indonesia dan ulama untuk secara masif memberikan dakwah-dakwah di masjid-masjid dan menyatakan bahwa minuman keras itu barang haram yang tidak bisa dikonsumsi,” katanya.

Dalam sepekan terakhir terdata 15 warga Kota Surabaya meninggal dunia yang diinformasikan akibat mengonsumsi minuman keras mematikan.

Namun Kombes Pol Rudi Setiawan baru memastikan tiga korban di antaranya meninggal akibat mengonsumsi minuman keras.

“Untuk belasan korban lainnya yang diinformasikan meninggal dunia belum ada data pasti. Karena ada beberapa korban yang sebelumnya diinformasikan memang sakit. Mungkin memang hadir dalam pesta miuman keras itu lalu kemudian meninggal. Ada yang mengonsumsi minuman keras sejak beberapa hari lalu kemudian meninggal dunia. Sampai sekarang masih sedang kami kroscek datanya,” katanya.

Related Articles