Nasional

May Day, Buruh padati Istora Jakarta

Jakarta – Ribuah massa buruh yang terdiri dari berbagai organisasi mulai memadati area dalam Istora Senayan Jakarta, Selasa siang yang akan mendeklarasikan dukungannya terhadap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden periode 2019-2024.

Berdasarkan pantauan Antara di lapangan, buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEI) sudah mulai memadati area Istora sejak pukul 12.30 WIB.

Di dalam area Istora Senayan saat ini ada sebuah panggung berukuran sedang yang dipasang di tengah-tengah gedung Istora.

Seorang pembawa acara dari atas panggung meneriakan yel yel perjuangan buruh dan menegaskan bahwa Prabowo akan datang langsung untuk menyaksikan deklarasi dan dukungan politik kaum buruh.

Rencananya setelah puluhan ribu massa KSPI melakukan “long march” dari Tugu Tani menuju Istana Negara pada peringatan Hari Buruh tahun ini, juga akan digelar deklarasi dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai capres yang diusung buruh yang tergabung dalam KSPI.

Deklarasi dukungan terhadap Prabowo sebagai capres akan berlangsung di Istora Senayan pada Selasa sore pukul 15.00 WIB yang akan dihadiri langsung Prabowo Subianto sekaligus menandatangani kontrak kesepakatan bersama para buruh diwakili Presiden KSPI, Said Iqbal.

Para buruh itu sebelumnya demo di depan Istana Merdeka, ada empat agenda utama yang akan mereka perjuangkan.

Pertama menuntut pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan menurunkan harga pangan.

Kedua adalah menuntut pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tentang Pengupahan yang menurutnya menyebabkan upah buruh saat ini menjadi sangat murah.

Ketiga hentikan memasukan tenaga kerja asing (TKA), praktik perbudakan modern, dan juga penghapusan tenaga alih daya (“outsourcing”), dan keempat mendukung capres yang tidak anti-buruh.

Related Articles