Pilkada

Pilgub Malut : Kampanye Akbar Burhan Abdurahman pesta Bagi-bagi Duit

Ternate – Kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin di kawasan pelabuhan perikanan, Minggu (6/5) ternoda.

Ini karena team sukses Walikota Ternate nonaktif itu terlibat politik uang alias bagi-bagi duit kepada pendukungnya.

Bagi-bagi duit itu hampir terjadi diseluruh kelurahan di Ternate yang mengikuti kampanye Burhan-Ishak.

Informasi yang didapat deliknews.com dari salah satu timnya mengaku pihaknya diutus langsug oleh tim inti Burhan-Ishak untuk membagikan uang kepada pendukung.

“Iya, pembagian sebesar Rp75.000 kepada anak-anak yang ikuti kampanye akbar ini”Kata salah satu tim Burhan-Ishak yang namanya dirahasiakan.

Menurutnya, dia mendapatkan jatah uang sebesar 10 juta sampai lebih untuk membagikan uang kepada pendukung paslon nomor urut 2 tersebut.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengubah sanksi bagi calon kepala daerah yang terbukti melakukan politik uang (money politic) menjadi terkena diskualifikasi dari yang sebelumnya dianggap sekedar kasus pidana.

“Sekarang hukumannya diskualifikasi, kalau melakukan politik uang secara terstruktur dan masif,” kata Afifuddin dihubungi dari Ternate.

Menurut dia, ada aturan dalam revisi Peraturan Bawaslu No: 13/2016 yaitu mengenai tenggat kedaluwarsa pelanggaran politik uang yang bersifat terstruktur, masif dan sistematis.

Sebelumnya, pelanggaran politik uang bisa dibatalkan oleh Bawaslu jika hal itu dilakukan 60 hari sebelum hari H pemungutan suara. Namun, sekarang penindakan pelanggaran politik uang bisa dilakukan hingga hari H pemungutan suara.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Panwaslu Malut belum dapat dikonfirmasi mengenai kasus dugaan politik uang yang dilakukan tim sukses Burhan-Ishak.

Related Articles