Maluku Utara

Polisi harus tangkap Pelaku Judi Online di Ternate

Ternate – Kepolisian daerah Maluku Utara, diminta untuk segera mengambil tindakan terkait maraknya judi online di Ternate.

Polisi dinilai tidak peka jika tidak segera menangkap pelaku judi online di Maluku Utara. Para pelaku judi ini terbilang cukup cerdik lantaran mengakali uang judi dengan modal investasi.

“Sesuai pasal 45 UU ITE pelaku judi online ini dapat dihukum penjara 6 tahun, atau denda paling maksimal Rp 1 Milyar” Kata Bambang, praktisi hukum di Jakarta, saat dihubungi deliknews.com dari Ternate, Jumat (11/5).

Menurut dia, praktek judi online memang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, banyak layanan dari luar Indonesia.

Dikatakan dia,Polda Malut perlu lebih cerdik untuk memberantas judi online yang kini marak di Ternate. Pasalnya kata dia, pemain judi online ini juga memiliki strategi untuk menghilangkan barang bukti.

Ya. Pemain judi online biasanya mereka menggunakan Virtual private network (VPN) untuk mengakali agar tidak terblokir, kemudian untuk menghilangi barang bukti seluruh history browser dihapus oleh pemain dan biasanya mereka kerap berganti HP untuk melakukan satu permainan judi online.

Ada beberapa kasus yang pernah ditangani kepolisian, para pemain judi ini justru terhubung ke beberapa agen broker, mereka hanya invest dana kemudian dimainkan oleh broker. Kata pengacara Ibu kota ini.

Sebelumnya, pada Rabu (9/5) malam lalu Polisi mengamankan seorang wanita bernama Aisyah Lili, Warga Gane Barat Halsel, yang bermukim di kelurahan Tanah tinggi barat.

Dia ditenggarai membawa kabur uang dari para pemodal sebesar Rp300 juta, uang itu menurut keterangan dia digunakan untuk bermain judi Sbobet tetapi systemnya investasi.

Menurut dia, membernya yang berjumlah 40 ornag itu dikumpulkan di Group Whatsapp “Ada yang invest 1 juta dan ada sampai Rp35 juta” Kata Lili saat di wawancarai wartawan.

Saat kejadian Rabu malam, membernya itu mendatangi rumahnya di kawasan Tanah tinggi untuk meminta pertanggung jawaban modal yang sudah di invest, lantaran mendapat informasi Lili bakal kabur dari Ternate.

Sempat ribut, hingga akhirnya anggota kepolisian dari Ditreskimum Polda malut datang dan tangani masalah ini. Setelah bertemu dengan beberapa member, Lili akhirnya membuat surat pernyataan mengenai penggantian kerugian sebesar Rp300 juta.

Hingga berita ini ditulis, kabar mengenai penangkapan Lily masih belum jelas, dia telah dibebaskan. Dia juga dimediasi oleh Anggota Polda Malut mengenai pengembalian dana.

Related Articles