Surabaya

Bom di Surabaya, Kantor Pemkot dan DPRD dijaga Ketat

Surabaya – Pengamanan objek vital di gedung Pemkot dan DPRD Kota Surabaya, Senin, mulai diperketat menyusul aksi teror berupa peledakan bom di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya selama dua hari terakhir ini.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser, di Surabaya, Senin, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengetatan keamanan di semua kantor Satuan Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya, pusat perbelanjaan dan sejumlah tempat umum lainnya.

“Semua pintu masuk kantor SKPD kami menambah petugas keamanannya,” katanya.

Fikser mengatakan untuk masuki kantor pemerintah kota, petugas yang terdiri dari aparat Satpol PP dan Linmas mewajibkan semua pengendara mobil membuka kacanya.

“Semua tamu di Pemkot Surabaya harus melalui prosedurnya seperti itu,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, penjagaan di pusat pelayanan terpadu di Gedung Siola juga lebih ketat. Namun demikian, Fikser menjamin pelayanan masyarakat tetap seperti biasa.

“Masyarakat bisa mengurus keperluan di SKPD terkait. Kalau layanan masyarakat gak berubah,” katanya.

Hal sama juga tampak di gedung DPRD Surabaya. Semua kendaraan motor baik roda dua maupun empat tidak liput dari pemeriksaan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Surabaya.

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengaku prihatin atas kejadian peledakan bom yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Surabaya dalam dua hari terakhir ini.

“Kami berharap semua pihak tetap waspada dan meningkatkan keamanan di lingkungannya masing-masing. Aksi teror harus dilawan agar Surabaya ini kembali aman,” katanya.

Related Articles