Nasional

Bom Surabaya Ancam Jabatan Kapolri, BIN dan BNPT

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid mendesak Presiden Jokowi mencopot Kapolri Tito Karnavian, Ketua BNPT Suhardi Alius, dan Ketua BIN Budi Gunawan kalau tak mampu tegas berantas terorisme.

“Jika mereka tidak sanggup menyatakan komitmen dan kesanggupannya untuk menghancurkan terorisme dalam kurun waktu yang ditetapkan, maka presiden/pemerintah harus mencari dan meminta komitmen dan kesanggupan pejabat baru,” kata Sodik melalui keterangan tertulis, Selasa (15/5).

Sodik menilai pemberantasan terorisme saat ini harus dilakukan dalam waktu secepatnya. Pasalnya, serangkaian aksi teror belakangan telah menjadi bukti terorisme adalah ancaman nyata bagi bangsa dan negara.

Politikus Gerindra ini selanjutnya meminta kepada presiden agar membulatkan tekad memberantas terorisme dengan menggerakkan seluruh perangkat negara yang ada di bawahnya.

Sekedar diketahui, selama dua hari berturut-turut, aksi teror melanda Surabaya dan Sidoarjo. Pada Minggu pagi, 13 Mei, bom meledak di tiga gereja dan mengakibatkan belasan orang meninggal dan puluhan luka-luka. Malam harinya sebuah bom meledak di rusunawa di Sidoarjo. Lalu, Senin pagi 14 Mei, bom kembali meledak di depan Polrestabes Surabaya.

Polisi pun segera bertindak cepat menyisir jaringan terorisme. Hasilnya sejumlah terduga teroris tertangkap di banyak tempat. Salah satunya di daerah Urang Agung, Sidoarjo pada 14 Mei.

Related Articles