Papua

Tempat pelepas Nafsu birahi di Wamena terdeteksi

Wamena – Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua, mendeteksi sejumlah tempat yang telah dijadikan kawasan praktik prostitusi atau seks bebas dan segera akan dibongkar karena praktik itu bertentangan dengan peraturan daerah.

Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis, mengaku segera berkoordinasi dengan pihak TNI, aparat penegak perda atau Satpol PP untuk melakukan pembongkaran tempat-tempat prostitusi terselubung itu.

Beberapa tempat yang terindikasi sebagai tempat penjualan dan produksi minuman keras oplosan juga sudah dikantongi kepolisian, sehingga akan ditertibkan bersama-sama dengan tempat prostitusi.

“Ada beberapa tempat yang kita sinyalir sebagai tempat judi sabung ayam, tempat pembuatan minuman keras dan prostitusi terselubung. Kita akan bongkar tempat-tempat itu,”katanya.

Sebelum melakukan aksi, kepolisian akan memberikan ultimatum agar segala praktik yang bertentangan dengan larangan pemerintah daerah seperti peredaran minuman keras, prostitusi ini dihentikan.

“Kami akan menyurati terlebih dahulu untuk memberikan peringatan kepada mereka dan apabila tidak mengindahkan maka kita akan masuk dan bongkar tempat-tempat itu,” katanya.

Yan Pieter mengharapkan pemerintah di tingkat bawah dalam hal ini RT dan RW melakukan pendataan terhadap setiap penduduk yang masuk dan keluar di Jayawijaya agar kehadiran mereka jelas, sebab tidak menutup kemungkinan mereka hadir untuk membawa pengaruh negatif.

“Pendataan harus jelas agar mereka yang masuk dan keluar ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.

Satu praktik pelanggaran hukum yang menjadi perhatian kepolisian misalnya peredaran narkoba jenis ganja yang mulai marak di wilayah itu.

“Dahulu pernah kami temukan 10 pohon di Distrik Wolo namun saat ini lahan tersebut sudah digunakan untuk perkebunan ubi dan tidak ada lagi. Dugaan sementara kami, oknum masyarakat ini sengaja menanam tumbuhan ganja dan disimpan dalam rumah atau di tempat tersembunyi,” katanya.