Jawa Timur

Giliran Jombang-Mojokerto diacak Densus, 3 Teroris ketangkep

Surabaya – Petugas tim densus 88 antiteror menggerebek sebuah rumah yang ada di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terkait dengan dugaan teroris yang ada di Surabaya dalam beberapa hari terakhir.

Suwoto, salah seorang warga Desa Betro, Kamis mengatakan, usai penggerebekan itu, petugas berhasil membawa dua orang berinisial S dan L.

“Saya sempat diminta oleh pihak kepolisian untuk datang ke lokasi penggerebekan, mendampingi pihak polisi terkait dengan penggerebekan ini,” ucapnya di Mojokerto.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para pelaku ini sehari-hari bekerja di bidang percetakan dan keluarga ini juga terkenal tertutup kepada warga sekitar.

Mereka bertemu warga atau berinteraksi hanya sekadarnya saja dan juga ketika warga sedang melakukan kegiatan keagamaan, mereka tidak pernah hadir.

Atas pengungkapan kasus ini, petugas juga berhasil menyita beberapa buku yang berisi tentang aliran radikalisme dan juga terkait dengan jihad.

Jombang

Sementara itu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri juga mengamankan seorang warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, karena diduga terlibat jaringan teror, yang terjadi akhir-akhir ini.

Tim bersenjata lengkap diketahui mendatangi rumah yang ada di Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Kamis sore.

Petugas dikabarkan mengamankan seorang pria yang berinisial NK, yang tinggal di rumah itu.

Ketika dikonfirmasi, Wakapolres Jombang Kompol Edith Yuswo Widodo membenarkan adanya tim Densus yang melaksanakan tugas di Kabupaten Jombang. Namun, pihaknya hanya membantu pengamanan saja.

“Kami hanya melakukan pengamanan saja. Informasinya ada satu yang diamankan. Belum tahu juga terkait aksi teror yang mana,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dusun Plemahan Sudarsono (43) mengatakan, petugas memang sempat menggeledah isi ruangan di rumah NK tersebut. Namun, ia mengaku tidak terlalu mengenal yang bersangkutan. Dirinya hanya tahu bahwa NK adalah penjual pisang.

“Orangnya (Nk) pendiam. Dia berprofesi sebagai penjual pisang,” kata dia.

Dalam penggeledahan tersebut, selain mengamankan NK, petugas juga diketahui membawa sejumlah barang seperti samurai, telepon seluler, serta sebuah buku bertuliskan Arab. Penjagaan juga dilakukan dengan ketat. Masyarakat yang hendak mendekat tidak diizinkan.

Penggeledahan dilakukan dengan cepat. Hingga pukul 15.22 WIB, aparat kepolisian bersenjata lengkap masih berjaga di lokasi.

Tags

Related Articles