Ekonomi & Bisnis

Harga emas turun, tertekan penguatan USD

Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 2,1 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup di 1.289,4 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,17 persen menjadi 93,51 pada pukul 19.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil yang lebih tinggi juga menghambat permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang menjadi acuan mencapai tingkat tertingginya sejak 2011. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun naik 10 basis poin menjadi 3,11 persen.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 11 sen AS atau 0,67 persen, menjadi menetap di 16,481 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli menambahkan 2,3 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada 892,1 dolar AS per ounce.

Related Articles