Nasional

Djoss Akan Perbanyak Pos Yandu di Sumut

Medan – Persoalan stunting yang sempat diajukan Djarot Saiful Hidayat kepada Edy Rahmayadi pada Debat Publik kedua beberapa waktu lalu, sesunggunya menjadi persoalan nyata yang dialami masyarakat di Sumatera Utara.

Bahkan Paslon nomor 2 Pilgubsu ini menyampaikan, Sumut sempat tertinggi mencapai lebih 55 persen mengalami stunting, namun saat ini telah turun menjadi 16 persen.

Namun di Kabupaten langkat seperti yang dilansir sebuah media online RMOl.com hingga saat ini masih terus mewabah di Kabupaten Langkat.

Setidaknya sebanyak 23 orang anak yang berada di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menderita stunting atau gizi buruk.

Stunting dijelaskan Djarot adalah gagal tumbuh kembang bahkan termasuk perkembangan otak yang berakibat dari proses kelahiran

Penyebab utama Stunting ini adalah kurang gizi kronis dalam waktu lama, yakni tepatnya di masa kehamilan sang ibu yang kekurangan asupan gizi, sehingga berpengaruh terhadap bayi yang dikandung. Selain itu, perubahan hormon yang dipicu oleh stres dari sang ibu yang sedang hamil.

Salah seorang orangtua bayi penderita Stunting di Langkat yang bernama Gunawan Mulya, setelah dilakukan pendataan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Posyandu di Desa, anaknya kini mendapat perhatian berupa biskuit dan Nutrisi yang disalurkan melalui Posyandu.

“23 kasus Stunting atau gizi buruk yang dialami warga Kecamatan Padang Tualang ini, hendaknya menjadi motivasi bagi Pemerintah, khususnya untuk lebih memperhatikan nasib para generasi bangsa yang dimulai sejak kehamilan ibu, serta asupan gizi untuk balita, terutama bagi warga yang kurang mampu,” pinta Gunawan Mulya saat itu.

Pasangan Djoss sendiri telah menjumpai seorang bocah yang diduga menderita stunting yakni seorang bocah yang diketahui bernama Khairsyah Fizri di Jalan Luku I Gang Kuali Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu (23/5) ada seorang bocah yang diketahui bernama Khairsyah Fizri.

Pertumbuhan sang bocah tidak normal dengan anak seusianya. Usia 3,5 tahun, sepatutnya Khairsyah aktif bermain dan berlari. Namun, keadaannya yang terkulai lemah, menunjukkan adanya gangguan tengah dialaminya.

Bagi Djarot yang berpasangan dengan Sihar Sitorus pada pilgubsu telah memprioritaskan penanganan stunting tersebut, karena sangat berdampak bagi Sumber Daya Manusia (SDM).

Bagaimana cara menekan Stunting , sebab sangat berpengaruh kepada Sumber Daya Manusia dan bagaimana mengatasi sumber-penyebab sumber stunting? pertanyaan inilah yang sempat tak terjawab Edy Rahmayadi karena istilah itu masih langka.Djarot pun menjelaskannya dan menyampaikan program untuk mengatasi stunting itu.

Antara lain dengan membangun pos yandu sebanyak mungkin di Sumatara Utara. “Kita harus bangun pos yandu untuk menangani proses kelahiran anak sebanyak mungkin dan memberikan gizi, sehingga otaknya cerdas badannya sehat,”ujar Djarot.

Menyangkut program Djoss di bidang kesehatan telah disiapkan Kartu Sumut Sehat.

“Kami (DJOSS) siapkan Kartu Sumut Sehat, sehingga semua masyarakat ter-cover dan tak khawatir lagi untuk masalah kesehatan,” pungkas Sihar usai berbincang dengan Ani Tarigan, ibu dari Khairsyah Firzi, seorang anak penderita kelainan otak di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Rabu (23/5) lalu. (##)

The post Djoss Akan Perbanyak Pos Yandu di Sumut appeared first on Metro Surabaya.

Related Articles