Senin, 28 Mei 2018 - 07:24 WIB

Djoss Akan Perbanyak Pos Yandu di Sumut

Medan – Persoalan stunting yang sempat diajukan Djarot Saiful Hidayat kepada Edy Rahmayadi pada Debat Publik kedua beberapa waktu lalu, sesunggunya menjadi persoalan nyata yang dialami masyarakat di Sumatera Utara.

Bahkan Paslon nomor 2 Pilgubsu ini menyampaikan, Sumut sempat tertinggi mencapai lebih 55 persen mengalami stunting, namun saat ini telah turun menjadi 16 persen.

Namun di Kabupaten langkat seperti yang dilansir sebuah media online RMOl.com hingga saat ini masih terus mewabah di Kabupaten Langkat.

Setidaknya sebanyak 23 orang anak yang berada di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, menderita stunting atau gizi buruk.

Stunting dijelaskan Djarot adalah gagal tumbuh kembang bahkan termasuk perkembangan otak yang berakibat dari proses kelahiran

Penyebab utama Stunting ini adalah kurang gizi kronis dalam waktu lama, yakni tepatnya di masa kehamilan sang ibu yang kekurangan asupan gizi, sehingga berpengaruh terhadap bayi yang dikandung. Selain itu, perubahan hormon yang dipicu oleh stres dari sang ibu yang sedang hamil.

Salah seorang orangtua bayi penderita Stunting di Langkat yang bernama Gunawan Mulya, setelah dilakukan pendataan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Posyandu di Desa, anaknya kini mendapat perhatian berupa biskuit dan Nutrisi yang disalurkan melalui Posyandu.

“23 kasus Stunting atau gizi buruk yang dialami warga Kecamatan Padang Tualang ini, hendaknya menjadi motivasi bagi Pemerintah, khususnya untuk lebih memperhatikan nasib para generasi bangsa yang dimulai sejak kehamilan ibu, serta asupan gizi untuk balita, terutama bagi warga yang kurang mampu,” pinta Gunawan Mulya saat itu.

Pasangan Djoss sendiri telah menjumpai seorang bocah yang diduga menderita stunting yakni seorang bocah yang diketahui bernama Khairsyah Fizri di Jalan Luku I Gang Kuali Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu (23/5) ada seorang bocah yang diketahui bernama Khairsyah Fizri.

Pertumbuhan sang bocah tidak normal dengan anak seusianya. Usia 3,5 tahun, sepatutnya Khairsyah aktif bermain dan berlari. Namun, keadaannya yang terkulai lemah, menunjukkan adanya gangguan tengah dialaminya.

Bagi Djarot yang berpasangan dengan Sihar Sitorus pada pilgubsu telah memprioritaskan penanganan stunting tersebut, karena sangat berdampak bagi Sumber Daya Manusia (SDM).

Bagaimana cara menekan Stunting , sebab sangat berpengaruh kepada Sumber Daya Manusia dan bagaimana mengatasi sumber-penyebab sumber stunting? pertanyaan inilah yang sempat tak terjawab Edy Rahmayadi karena istilah itu masih langka.Djarot pun menjelaskannya dan menyampaikan program untuk mengatasi stunting itu.

Antara lain dengan membangun pos yandu sebanyak mungkin di Sumatara Utara. “Kita harus bangun pos yandu untuk menangani proses kelahiran anak sebanyak mungkin dan memberikan gizi, sehingga otaknya cerdas badannya sehat,”ujar Djarot.

Menyangkut program Djoss di bidang kesehatan telah disiapkan Kartu Sumut Sehat.

“Kami (DJOSS) siapkan Kartu Sumut Sehat, sehingga semua masyarakat ter-cover dan tak khawatir lagi untuk masalah kesehatan,” pungkas Sihar usai berbincang dengan Ani Tarigan, ibu dari Khairsyah Firzi, seorang anak penderita kelainan otak di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Rabu (23/5) lalu. (##)

The post Djoss Akan Perbanyak Pos Yandu di Sumut appeared first on Metro Surabaya.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

loading...