Nasional

Kasus Travel Asya Tour Ternate, Diduga Ada Member Bersekongkol

Ternate – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Travel Asya Tour Ternate, perlahan mulai terkuak mengenai siapa saja jaringan dibelakang pemilik Travel Asnawi Ibrahim.

Beredar kabar, ada sejumlah member yang direkrut Awhy untuk memasarkan paket umroh dan jalan-jalan ke luar negeri murah.

Dugaan modus operandinya, member tersebut menawarkan paket jalan-jalan murah ke luar negeri dan umroh ke beberapa warga, mereka-mereka yang berada dalam jaringan itu pernah diberangkatkan dengan harga murah, kemudian memasarkan ke pihak lain di Ternate.

“Nama-namanya sudah kita kantongi siapa saja yang diduga terlibat, setidaknya mereka tau prosesnya hingga uang kami tidak dikembalikan”Kata salah satu korban, yang enggan namanya dimediakan, Sabtu (2/6).

Dikatakan sumber tadi, orang-orang yang diduga sebagai jaringan Awhy itu telah diberangkatkan dengan harga murah. Kemudian datang lalu membuat testimoni dan menawarkan ke warga lainnya.

Mengenai siapa saja yang berada didalam jaringan Awhy masih belum dipastikan kebenarannya. Ini karena korban belum berani melaporkan ke Kepolisian.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari masih belum dapat dikonfirmasi mengenai kasus ini. Saat dihubungi deliknews.com masih belum ada jawaban.

Terpisah, praktisi hukum Ade M Nur Ngudu kepada deliknews.com mengatakan dalam kasus ini perlu melibatkan aparat kepolisian dan Departemen Agama.

“Ya, pertama korban harus membuat pengaduan agar ditindaklanjuti. Kemudian, polisi kan mengambil tindakan sesuai laporan”Katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Travel Asya Tour Ternate diduga melakukan penipuan dengan kerugian korban mencapai Rp10 Milyar lebih. Korban diduga ditelantarkan di tanah suci pda November 2017 lalu kemudian pada April 2018, ada 56 orang gagal berangkat Umroh, padahal uang korban sudah disetorkan berkiasar antara 20juta hingga 30juta.

Hingga berita ini dirilis, Awhy masih sulit dihubungi.

The post Kasus Travel Asya Tour Ternate, Diduga Ada Member Bersekongkol appeared first on Metro Surabaya.

Related Articles