Selasa, 5 Juni 2018 - 10:25 WIB

Letusan gunung Guatemala, Korban masih dicari

Guatemala – Korban jiwa akibat letusan gunung berapi di Guatemala naik jadi 65 pada Senin (4/6), saat anggota keluarga mencari keluarga mereka yang hilang di kamar mayat sementara dan di jalan yang ditutupi abu.

Lembaga penanganan bencana nasional Guatemala, CONRED, menambah jumlah korban tewas saat beberapa mayat dikeluarkan lagi dari puing di sekitar desa El Rode, yang dengan keras dilanda letusan, kata Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Sejauh ini baru sedikit korban yang telah diidentifikasi.

Di kamar mayat sementara di Kota Escuintla, sekitar 30 kilometer dari lokasi letusan, anggota keluarga yang putus asa datang untuk mencari kerabat mereka di antara korban tewas.

Francisco Quiche, tukang las yang berusia 46 tahun, memberi contoh darahnya untuk berusaha mengidentifikasi jenazah putranya, meskipun ia sudah mengetahui nasib putranya.

Setelah mengungsi dari Kota El Rodeo bersama keluarga, ia kembali untuk mencari putranya dan menantu perempuannya. Quinche mengintip melalui lubang di tembok rumah putranya dan melihat mayat putranya. ia khawatiran menantu perempuannya juga meninggal.

“Kami punya waktu untuk pergi, syukurlah, tapi saya sedih karena kehilangan putra saya dan menantu perempuan saya,” kata Quinche sementara air mata mengalir di pipinya. “Putra saya baru berusia 22 tahun, sama dengan usia menantu perempuan saya, yang sedang mengandung.” Letusan Gunung Fuego –yang dalam Bahasa Spanyol berarti “Api”– pada Ahad (3/6) adalah yang paling besar dalam lebih dari empat dasawarsa. Letusan itu memaksa ditutupnya Bandar Udara Internasional utama Guatemala dan membuat ratusan hektare tanaman kopi tertimbun debu di lereng gunung tersebut.

Tugas untuk menemukan mayat pada Senin terhalang oleh letusan lain dan tanah longsor di lereng selatan Gunung Berapir Fuego memicu pengungsian baru. Menjelang petang, hujan lebat memaksa petugas pertolongan menghentikan upaya pencarian di El Rodeo sampai pagi hari berikutnya, kata seorang juru bicara CONRED.

Ditempat lain, proses berkabung telah dimulai. Tayangan televisi lokal memperlihatkan warga desa sedang berjalan di jalan, sambil memanggul peti mati di pundak mereka.

Bangundan dan jalan di dekat Gunung Berapir Fuego benar-benar berwarna coklat dan abu-abu.

Prajurit Angkatan Bersenjata dengan mengenakan masker biru terus mengawasi permukiman yang sangat terpengaruh dan telah ditutup, demikian gambar yang diambil wartawan Reuters. Hingga Senin petang, gunung berapi tersebut terus mengeluarkan awan gas dan batu yang berwarna gelap.

Fuego, satu dari beberapa gunung berapi aktif di negara Amerika Tengah itu, berada di dekat Kota Kolonial Antigua, lokasi warisan dunia UNESCO yang telah selamat dari bebera letusan gunung berapi. Kegiatan terakhir adalah letusan gunung berapi yang berada di sisi jauh, yang menghadap ke Pantai Pasifik.

Letusan Gunung Berapi Fuego pada Ahad mengirim gelombang debu dan asap setinggi 10 kilometer, sehingga beberapa wilayah dihujani debu. Lebih dari 3.200 orang telah diungsikan, kata CONRED.

The post Letusan gunung Guatemala, Korban masih dicari appeared first on Metro Surabaya.

Artikel ini telah dibaca 101 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...