Jawa Timur

Bangunan UPT Di Sutojayan Mangkrak, Ini Masalahnya.

Blitar – Bangunan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang berada di Kelurahan Sutojayan, dengan menghabiskan anggaran senilai 2,6M di tahun 2016, dari APBD Pemkab Blitar melalui Dinas Perdagangan Dan Perindustrian (Disperindak), yang dikerjakan oleh rekanan dari Trenggalek, kondisi saat ini mangkrak.

Lagi – lagi kurangnya kajian sebelum melakukan pembangunan, hal ini terbukti semula Pabrik Tiwul yang berada di Desa Jati Lengger, dengan mengahabiskan anggaran milyaran rupiah, kini terulang lagi.

Seperti halnya juga Pembangunan UPT, yang semula usulan dari Kelompok Mebel Berkah Abadi Kelurahan Sutojayan, yang juga di bangun di atas tanah bengkok milik pemerintah setempat, juga mangkrak di biarkan saja bertahun – tahun.

Tidak sedikit anggaran yang di pakai, 2,6 m meluputi bangunan kantor,gudang, tempat pengopenan kayu dan peralatan mesin pendukung mebeler yang juga menelan anggaran hampir setengah dari nilai fisiknya.

Hal ini, dijelaskan Achmad (67) selaku Anggota kelompok mebel dan Ketua Rt setempat. Selasa (12/6) di tempat UPT tersebut.

” bangunan ini di bangun sejak 2016, di usulkan oleh Ketua DPRD Suwito juga anggota kelompok, dan juga pernah ditempati olehnya. Namun selang beberapa bulan sejak bangunan ini diresmikan, sudah tidak di pakai sampai sekarang “, tuturnya.

Mengenai alasannya tidak di fungsikan lagi, achmad menambahkan.

” waktu itu menurut cerita banyak orang, pekerjanya sudah pada pulang ke asalnya jepara. Dan anehnya lagi, aset yang di miliki oleh kelompok banyak yang hiiang, seperti mesin yang besar sekarang tinggal 3 buah, tatah duduk yang semula 8 buah tinggal 3, gergaji duduk semula 8 tinggal 2 buah dan masih banyak peralatan lainya. Dan mungkin ini yang menyebabkan tidak di fungsikan lagi “, tandasnya.

Terakhir, sampai berita ini di terbitkan kondisi bangunan tidak di fungsikan secara maksiamal. Yang ada hanya penjaga, entah apa penyebabnya.

Related Articles