Ekonomi & Bisnis

Tak ada yang beli Handphone, Pedagang mengeluh

Solo – Sejumlah pedagang di pusat elektronik Singosaren Plaza Surakarta mengeluhkan penurunan pembelian telepon seluler usai lebaran tahun ini.

“Biasanya setelah Lebaran ada kenaikan pembelian dari masyarakat tetapi dua tahun ini penjualan turun,” kata karyawan Toko Radja Cell Miko Rema di Solo, Selasa.

Ia mengatakan jika beberapa tahun lalu setelah Lebaran penjualan dalam satu hari bisa mencapai 10 unit, untuk saat ini turun menjadi sekitar 4 unit/hari.

“Memang kalau dibandingkan dengan hari normal ada kenaikan tetapi sedikit. Kalau hari normal penjualan sekitar 3 unit/hari,” katanya.

Ia mengatakan untuk produk yang banyak diminati yaitu ponsel merek Oppo, Xiomi, dan Vivo dengan harga sekitar Rp2 jutaan.

“Dengan merek ini dan harga tersebut, konsumen sudah bisa dapat HP dengan spek yang cukup bagus. Kalau merek lain seperti Samsung kan harganya lebih mahal,” katanya.

Ia mengatakan untuk spek yang banyak diminati konsumen di antaranya “full view”, ram tinggi, kamera di atas 10 mega pixel (MP), dan kecepatan internet tinggi.

Senada, pedagang lain Bagus mengatakan selama pascalebaran kali ini dalam satu hari penjualan hanya sekitar 3 unit. Ia mengatakan angka ini naik sedikit jika dibandingkan dengan hari biasa sekitar 1-2 unit.

“Mungkin sebagian orang beralih ke pembelian ‘online’. Saya juga jual ‘online’, tetapi kebanyakan pelanggan lebih suka langsung datang ke toko,” kata pemilik Versan Cell ini.

loading...

Related Articles