BaliPolitik

Partai Berkarya, Partai Baru Jadi Ancaman Partai Lain di Bali

Denpasar – Bali sebagai pusat pariwisata menjadikan pulau ini sebagai etalase Indonesia di mata dunia. Partai yang mampu merebut jabatan eksekutif dan legeslatif di daerah ini diperkirakan akan mampu memberi nilai tambah dan citra positif terhadap perkembangan partai. 

Akses media asing meliput segala perkembangan di pulau dewata tidak pernah berhenti menyajikan informasi keluar. Bak gayung bersambut, partai pengusung pemenang dipastikan menjadi sorotan internasional. 

Sehingga, setiap hajatan pemilihan umum seluruh partai  akan all out berjuang dengan biaya dan resiko untuk dapat eksis di Bali. Padahal, jumlah pemilih di daerah ini sangat kecil dibandingkan dengan provinsi lain.
 
Menurut Brigjen Purnawirawan Dewa Suharya, Ketua Dewan Penasehat Partai Berkarya Bali ketika dihubungi Deliknews menyampaikan, pulau Bali memang menjadi perhatian mereka selain Jakarta dalam merebut citra internasional, mengingat kedua provinsi itu disebut menjadi perhatian dunia luar, senin (25/6)

Selain itu mantan Kapoltabes Denpasar ini mengatakan sudah mulai menggalang dukungan di Bali dan menyempurnakan kepengurusan dalam tubuh partai. Sisi lain diungkapkap, bahwa kehadiran Partai Berkarya di Bali ada geliat sebagai ancaman bagi partai-partai lain.

Kesan ini dikonfirmasikan kepada seorang kader senior dari Partai Golkar yang namanya tidak ingin disebut, mengakui mewaspadai pergerakan Partai Berkarya lantaran berpeluang menjadi pesaing utama. Walau demikian ia masih percaya terhadap pemilih tradisional yang royal terhadap Partai Golkar. ” Semua orang tahu pimpinan puncak Partai Berkarya adalah mantan kader  Golkar, atribut saja hampir mirib dengan atribut Golkar” jelasnya.

Bagitu juga Deni Varindra Mahar Ketua Komisi Saksi Partai Nasdem wilayah Bali ketika dihubungi melalui telpon mengenai ancaman tersebut mengatakan bahwa Nasdem tidak risau dengan ancaman Partai Berkarya di Bali karena Nasdem percaya akan loyalitas kader. Tetapi, menurutnya bergabungnya ibu Titik Soeharto dan menantu mbak Tutut menjadi ketua DPW Jakarta menandakan solidnya keluarga Cendana. 

Menurut  Deni, dirinya mendapat kabar bahwa Putu Gede Djaja bersedia menjadi Ketua DPW Bali, sehingga menarik untuk dicermati. Sebab sepengetahuan Deni, tidak mungkin ada orang yang bisa menyuruh Pak Putu menjadi ketua partai kecuali keluarga Cendana. ” Dengan solidnya Cendana dan ketokohan Pak Putu, tidak hanya Nasdem, semua partai akan menganggap Partai Berkarya di Bali sebagai ancaman,” tendasnya. 
   

Related Articles