Kamis, 12 Juli 2018 - 10:08 WIB

Kerucutkan 5 Nama, Jokowi Bingung pilih Cawapres

Jakarta – Jika sebelumnya beredar 10 nama yang disebut berpotensi mendampingi Jokowi, kini telah mengerucut menjadi lima nama. Apa pasalnya, Jokowi bingung memilih?

Disampaikan Jokowi di Istana Negara, Jakarta kemarin. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut 10 nama setelah melalui proses penggodokan termasuk komunikasi dengan sejumlah ketua umum partai politik (Parpol) pendukung kini telah menjadi lima nama. “Namanya digodok ya sudah mengerucut. Sepuluh mengerucut ke lima,” katanya di Istana Negara, kemarin.

Akan tetapi, mantan wali kota Surakarta itu masih belum juga memberikan kejelasan. Menurutnya semua kalangan bisa masuk menjadi cawapresnya. “Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa TNI polri. Semuanya bisa,” kilahnya.

Terkait dengan waktu pengumuman cawapres lagi-lagi dia masih enggan menjawab. Dia berkilah masih melakukan penggodogan sampai matang dan akan disampaikan pada waktu yang tepat. “Dalam penggodokan itu pun kita harus berbicara dengan banyak partai yang telah memberikan dukungan pada kita,” tuturnya.

Adapun 10 nama kandidat cawapres Jokowi yang beredar di media massa di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sri Pudjiastuti, Ketum Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketum PPP M Rommahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus mantan Panglima TNI Moeldoko, Ketum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua MK Mahfud MD dan Pengusaha sekaligus mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani mengatakan, pada Rabu (10/7) malam kemarin, Ketum PPP Rommahurmuziy (Romi) menemui Jokowi di Istana Bogor, Jokowi meminta pendapat dari Romi terkait reaksi publik terhadap nama-nama cawapres Jokowi yang beredar di media massa. “Tetapi memang yang dibahas nama-nama yang tidak jauh meskipun tentu tidak boleh menutup kemungkinan di luar 10 nama itu,” kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Terkait pengerucutan nama cawapres, Arsul membantah bahwa hal itu dibahas Jokowi bersama Romi. Hanya saja, nama yang sudah mengerucut itu pastinya tidak akan keluar terlalu jauh dari 10 nama itu meskipun sekali lagi dari proses pilpres penentuan cawapres ditentukan faktor-faktor eksternal di luar koalisi, dan juga tidak boleh menafikan di luar 10 nama itu. “Bahasanya menurut mas Romi adalah tidak jauh dari 10 nama itu,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Arsul, dalam menentukan nama cawapresnya Jokowi juga menghormati masukan-masukan dari ketum parpol karena itu sebelum menentukan pilihannya Jokowi tentu akan berdiskusi lebih dahulu dengan ketum parpol. Meskipun, para ketum parpol sudah sepakat untuk menyerahkan keputusan ini pada Jokowi. Yang jelas, latar belakang parpol dan nonparpol sama besar peluangnya. “Saya kira sama besarnya atau sama kecilnya antara parpol dan non parpol. Meskipun tentu ada pihak-pihak berkepentingan di luar sesuai dgn kepentingannya, itu kan mengusung satu dua nama sebagai jagoan,” ujarnya.

Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan akan tetap berada di koalisi Jokowi meskipun dirinya tidak dipilih sebagai cawapres. Menurutnya dukungan Golkar kepada Jokowi sebagai calon presiden tanpa pamrih. Dia pun membantah jika Golkar membuat skenario pencapresan dirinya jika tidak dijadikan cawapres oleh Jokowi. “Kan kita mekanisme keputusan ada. Kalau mekanisme
ada jelas. Tapi tentu dan sikap-sikapnya jelas mekanisme organisasi kan jelas dan tentu katakanlah pembicaraan-pembicaraan di warung bukan bagian dari keputusan,” kata Airlangga di Gedung DPR, Jakarta, kemarin malam.

Menurut Airlangga, pilihan cawapres sepenuhnya diserahkan kepada Jokowi sebagai mana kesepakatan parpol pendukung untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Karena tentunya hal ini akan di komunikasikan kembali bersama parpol pendukung. Begitu juga dengan nama diluar parpol yang menjadi pertimbangan presiden. “Jadi kalau partai kan tidak mengajukan nama,” imbuhnya

Artikel ini telah dibaca 550 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Memberikan Kemudahan Peluang Usaha

Oleh : Intan Prameswari Makin banyak orang yang ingin membuka bisnis baru, namun sayangnya tebentur...

19 September 2020, 23:32 WIB

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

loading...