Denpasar – Ketut Putra Ismaya Jaya, nama ini mulai mencuat jelang perhelatan politik 2019 maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia untuk daerah pemilihan provensi Bali. Meski tergolong baru dalam dunia politik, tokoh ini digadangkan mampu menjadi senator warga pulau dewata.

Latar belakang sebagai Sekretaris Jendral Organisasi Massa Laskar Bali, diketahui memiliki puluhan ribu anggota, memastikan sosok ini mendaftarkan diri melaju ke Senayan.

Seorang warga Denpasar, Komang Didik mengakui mengetahui sosok ini dari media sosial lantaran namanya sudah dikenal. ” Saput poleng itu kan KERIS (Ketut Putra Ismaya), saya tahu dari facebook,” tuturnya sembari tersenyum, Sabtu (14/7)

Bahkan ia berharap agar tokoh ini bertandang ke tingkat desa guna mendengar aspirasi warga. Ungkapan senada juga disampaikan tokoh-tokoh lintas agama yang ada di Bali. Berharap tokoh ini bisa mewakili mereka berbicara di tingkat Nasional, apa menjadi keluhan dari semua umat.

Menurut Ketua Penasehat Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Bali, Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya, ketokohan Ismaya terbentuk secara alamiah. Mantan Kapolresta Denpasar ini mengaku belakangan sering membaca di media masa ketokohan serta visi misinya” Saya tahu beliau bisa diandalkan dalam membela hak-hak rakyat. Kenapa berani saya katakan ini lantaran tahu persis komitmen dan juga sempat bertemu langsung, ” jelasnya

Jendral Polisi Purnawirawan Bintang Satu ini meyakini sosok satu ini dipastikan akan melaju ke pusat. Keadaan ini dikatakan bisa dilihat dari dukungan yang mengalir dari berbagai komponen masyarakat. “Ia adalah salah satu putra terbaik Bali yang memiliki komitmen,” tambahnya

Dihubungi deliknews secara terpisah, tokoh yang akrab dipanggil Ismaya ini menyampaikan terima kasi atas dukungan berbagai kalangan masyarakat. Ini diakui semua atas kehendak yang diatas (Ida betara-betari sesuunan). “Seandainya saya tidak punya niat baik dan tulus mengabdi (ngayah nindihin Bali) agar jangan diberi jalan” ucapnya.

Hadir dengan 9 program ” Dewata Nawa Sanga “, ia berharap bisa meningkatkan nilai-nilai keragaman berbangsa dan bernegara dalam toleransi kehidupan beragama. ” Semoga ini menjadi contoh bagi dunia Internasional yang harus ditonjolkan sebagai upaya menjamin saudara kita diluar Bali bisa diperlakukan sama,” tegasnya.

(rep/bi2)