Catat, Mantan Kades Tersangka Korupsi Diantar Polres Ciamis Ke Balik Jeruji Besi

- Tim

Senin, 16 Juli 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIAMIS – Yayat (50), mantan Kepala Desa Danasari Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diantarkan ke balik jeruji besi. Itu terjadi setelah Polres Ciamis menetapkan dia sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi.

Tidak main-main. Yayat diduga menyelewengkan tiga sumber keuangan desa, yakni Dana Desa, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Alokasi Dana Desa (ADD) serta Banprov untuk peningkatan infrastruktur dasar perdesaan dan tunjangan penghasilan aparatur.

“Tindak pidana korupsi dilakukan tersangka saat menjadi Kepala Desa Danasari pada 2015 dan 2016 dengan total kerugian negara sebesar Rp 105 juta,” tegas Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam press release, Senin (16/7/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi,” sambung Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Virmanto, Kanit Tipikor IPTU Misman Asep dan Paur Humas Polres Ciamis IPTU Hj. Iis Yeni Idaningsih.

Lulusan Terbaik Akpol 2001 ini menambahkan, total sumber keuangan desa itu dari Pemda, Pemprov dan Pusat totalnya Rp 800 juta. “Saat praktik pembangunan jalan ternyata tidak sesuai spesifikasi,” urai Kapolres.

Kasus tersebut sempat ramai. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, Satreskrim bergerak cepat dan melakukan penyelidikan di tahun 2017. Termasuk melakukan pemeriksaan fisik dan audit.

“Kami juga telah meminta keterangan saksi ahli dan saksi-saksi lainnya. Tersangka terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan dia tidak mampu mengembalikan uang hasil korupsi.,” ujar Kapolres.

“Tersangka melakukannya sendiri untuk kepentingan pribadi. Sejauh ini tidak ada keterlibatan orang lain,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Tersangka terancam hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara. Kami akan langsung melimpahkan ke Kejaksaan,” pungkas Kapolres Termuda di Indonesia ini.

Berita Terkait

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045
BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024
Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi
Sekolah KB Ancil Motaain Dapat Bantuan 100 Sak Smen
PASCA MENINGGAL PELAJAR SMKN SIDUAORI, KELUARGA PERCAYA SEPENUHNYA PADA PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRES NISEL
UNIT TURJAWALI SAT SAMAPTA POLRES NISEL RUTIN PATROLI DIALOGIS
INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 22:30 WIB

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045

Kamis, 18 April 2024 - 22:26 WIB

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 April 2024 - 21:05 WIB

Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam

Kamis, 18 April 2024 - 20:32 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 April 2024 - 09:43 WIB

PASCA MENINGGAL PELAJAR SMKN SIDUAORI, KELUARGA PERCAYA SEPENUHNYA PADA PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRES NISEL

Rabu, 17 April 2024 - 19:28 WIB

UNIT TURJAWALI SAT SAMAPTA POLRES NISEL RUTIN PATROLI DIALOGIS

Minggu, 14 April 2024 - 21:29 WIB

INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Minggu, 14 April 2024 - 01:04 WIB

Di Hina Ibu RT, Istri Wartawan TV Nasional Lapor Polisi

Berita Terbaru

Regional

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 Apr 2024 - 22:26 WIB

Sumatera Selatan

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:32 WIB