Kamis, 19 Juli 2018 - 16:16 WIB

Apresiasi Penutupan Akses Parsial 19, Madani Minta Pemkab Awasi Lokasi

TANGERANG – Majelis Advokat Nasional Indonesia (Madani) mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah menutup akses jalan menuju pergudangan Parsial 19 Mitra Propindo Lestari di Kampung Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, kemarin.

“Kami menyaksikan sendiri jalannya eksekusi. Ini sebuah proses yang sangat prosedural. Apa yang dilakukan penyidik adalah perintah undang-undang, jadi tidak ada yang dilanggar,” ungkap Ketua Umum Madani, M Zakir Rasyidin, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, karena memang ada dugaan tindak pidana terhadap undang-undang, mencaplok lahan negara tanpa ijin, kemudian proses perkara naik ke penyidikan hingga diambil langkah penutupan akses jalan, hal itu memang dibenarkan.

“Langkah polisi sudah tepat, dan itu memang dibenarkan,” tegas praktisi hukum yang membawahi sekitar 500 advokat di bawah payung Madani ini.

Selanjutnya, usai dilakukannya penutupan akses jalan tersebut Zakir meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk tetap melakukan pengawasan. “Jangan sampai ada yang dilanggar lagi,” sambungnya.

Bila perlu, Pemkab Tangerang melakukan sidak ke dalam lokasi. Pemkab memiliki aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh perkumpulan pergudangan. Itu artinya, Parsial 19 tidak berhak tanpa ijin untuk mengatur kawasan pergudangan.

“Di cek lagi, mulai dari perijinan hingga fasos dan fasumnya, apakah sudah memenuhi syarat atau ada yang dilanggar,” ungkap Zakir.

Sebab jika ada yang tidak benar, bisa saja berakibat fatal. “Kita ingat di sekitar sini dulu ada gudang petasan yang meledak. Setelah diselidiki, ternyata ada beberapa hal yang tidak tepat. Gudang petasan yang tidak berada dalam kawasan industri, pengawasannya terbatas,” tutupnya.

Sementara itu, terkait dugaan penggunaan tanah negara dan membangun jalan tanpa ijin, Polda Metro Jaya telah menetapkan TS selaku pengelola Parsial 19 Mitra Propindo Lestari sebagai tersangka.

“Pemilik kawasan berinisial TS sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasusnya dalam penyidikan,” kata Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sutarmo.

Penyidikan didasari Laporan Polisi Nomor LP/1069/II/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 27 Februari 2018. “Perusahaan tersebut melanggar Pasal 69 dan Pasal 71 UU RI No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang,” pungkas AKBP Sutarmo.

Artikel ini telah dibaca 693 kali

loading...
Baca Lainnya

Berbahan Baku Pelat Besi Seng, Pengrajin Gamelan Jombang Tetap Eksis

JOMBANG – Kemajuan teknologi saat ini, nyatanya tak menggerus kerajinan gamelan di Jombang. Ya, meski...

24 Agustus 2019, 20:14 WIB

Mahasiswa Langsa Tagih Janji Bupati Gayo Lues

Gayo Lues-Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam HIMPERAGAS yang kini menuntut ilmu di Kota Langsa, meminta...

23 Agustus 2019, 15:52 WIB

Siswa MTsN 5 Pasaman Bayar Biaya Pemeriahan HUT RI ke-74

Pasaman, – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 tahun 2019...

Ilustrasi

23 Agustus 2019, 13:30 WIB

Suhaidi Duduki Ketua DPC PP Galus

Gayo Lues-Suhaidi, S.Pd. MSi secara aklamasi terpilih sebagai ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila...

22 Agustus 2019, 17:12 WIB

Kejari Gayo Lues Bantah Pernyataan APDESI Aceh Terkait Permintaan Sejumlah Uang dari Kepala Desa

Gayo Lues-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Bobby Sandri, SH. MH, melalui...

22 Agustus 2019, 15:25 WIB

Muksalmina Asgara Katakan Pemanggilan Kepala Desa oleh Kejari Galus Aneh

Gayo Lues-Muksalmina Asgara, Ketua DPD Assosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Aceh, menilai, surat...

21 Agustus 2019, 19:48 WIB