Jakarta – Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus berlanjut hingga tembus level Rp14.418/USD di awal perdagangan, Kamis (19/7/2018). Kemerosotan mata uang Garuda mengiringi pergerakan mendatar dolar terhadap yen dan mata uang utama lainnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka memburuk pada posisi Rp14.418/USD.

Angka ini memperlihatkan rupiah terus anjlok dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp14.406/USD.

Sebelumnya USD melesat naik ke posisi terbaiknya sejak 9 Januari, yakni pada level 113,14 terhadap Yen Jepang.

Melawan enam mata uang utama lainnya, greenback turun tipis 0,08% menjadi 95,006 setelah mencapai posisi tertinggi tiga pekan di 95,407 pada perdagangamn hari Rabu.

Sementara Yuan China naik tipis 0,1% ke posisi 6,7392 versus dolar dalam perdagangan luar negeri setelah jatuh ke level terendah hampir satu tahun di posisi 6,7580 dalam hari sebelumnya.

Terhadap dolar, pound diperdagangkan pada level 1,3077 setelah mencapai posisi terendah 10 bulan di level 1,3010 pada hari Rabu, kemarin. Euro naik 0,07% menjadi 89,11 terhadap sterling, bergerak kembali ke level tertinggi empat bulan dari 89,31 di hari sebelumnya.