Internasional

Pengakuan Mengejutkan Petenis, Diperkosa Pelatih Saat Usia 10 tahun

Jakarta – Mantan Petenis Korea Selatan, Kim Eun He, mengungkapkan cerita pilu yang ia alami, saat berada di kamp pelatihan.

Ketika masih berusia 10 tahun, saat ia bermimpi untuk menjadi Petenis profesional, Eun He justru dirudapaksa pelatihnya dan tak hanya terjadi sekali.

Baru-baru ini, wanita 27 tahun itu membuat pengakuan pada media, tentang penderitaan yang ia alami selama bertahun-tahun di kamp pelatihan.

Menurut Eun He, kekerasan, baik itu fisik atau seksual, juga sering dialami atlet lain.

Dikutip dari Deccan Herald, Eun He tak menyadari bila yang menimpanya adalah pelecehan seksual, karena saat itu masih terlalu kecil.

Pelecehan itu terus terjadi selama dua tahun.

“Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa itu adalah rudapaksa,” kata Eun He kepada AFP.

“Dia mengatakan kepadaku itu adalah rahasia yang harus dijaga antara dia dan aku,” lanjutnya.

Ia juga bercerita bagaimana pelatih di kamp mendikte kehidupannya, mulai dari kapan harus tidur hingga apa yang harus dimakan.

Kelakuan pelatih itu dicurigai beberapa orangtua dari anak yang dilatih di kamp, tetapi hanya berujung pada pemindahan lokasi tugas.

Menurut Eun He, atlet muda lain juga mengalami pelecehan.

Selama bertahun-tahun, ia tetap menyimpan kisah getir itu sendiri.

“Saya merasa ngeri melihat bahwa perudapaksa saya terus melatih pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi,” bebernya.

Eun He kemudian memiliki keberanian untuk melaporkan pelaku ke polisi.

Empat temannya ikut bersaksi mengenai hal buruk apa saja yang telah mereka alami.

Pelaku kemudian divonis penjara 10 tahun, dalam sebuah sidang putusan yang digelar Oktober tahun lalu.

Menurut Chung Yong-chul, profesor psikologi olahraga di Universitas Sogang Seoul, banyak korban kekerasan yang dibungkam, agar masalah kekerasan oleh pelaku tidak mempermalukan olahraga Korea.

Orangtua dari korban yang masih di bawah umur juga sering kali dibuat tak dapat berkutik, ketika ditekan pejabat dengan kalimat, “ Apakah Anda ingin melihat masa depan anak Anda sebagai seorang atlet hancur?” kata Chung.

Menurut Chung, asosiasi olahraga sering kali menutup mata terhadap para pelaku kekerasan, asalkan berhasil mencetak atlet berkinerja tinggi, yang hanya fokus untuk menyabet medali.

“Dan pelanggaran mereka dianggap sebagai harga kecil yang tidak signifikan untuk dibayar dalam proses ini,” ujar Chung.

Awal tahun ini, Shim Suk-hee, seorang bintang skater yang telah memenangkan empat medali Olimpiade – termasuk emas estafet di Pyeongchang Games tahun ini, menuduh pelatihnya meninju dan menendang lusinan kali.

Ia harus dirawat selama sebulan akibat kekerasan yang menimpanya.

Adapun Eun He saat ini sudah pensiun dari kompetisi tenis di negara para Hallyu Star itu.

Kini ia mengajar tenis anak-anak di sebuah pusat kebugaran.

“Melihat mereka tertawa dan menikmati bermain tenis menyembuhkan saya,” kata Eun He.

loading...

Related Articles

Close