Selasa, 24 Juli 2018 - 19:29 WIB

Bupati Sintang

Bupati Sintang

Bupati Sintang targetkan jembatan ketungau II selesai 2020

Sintang – Bupati Sintang, Kalimantan Barat Jarot Winarto menargetkan jembatan Ketungau Tengah II bakal selesai pada 2020 nanti.

Saat ini, kata Bupati, pengerjaan abotment jembatan Ketungau II sudah selesai Tinggal melanjutkan lagi, dirinya berharap agar tahun 2018 pancang tiang tengah Sudah mulai dikerjakan.

Hari ini saya meninjau progres,kenapa ?… karena saya minta tahun ini pancang tiang tengah dengan dana Rp.3 milyar lebih harus jadi pancang tiang tengah dengan fander atau pelindungnya”kata bupati Jarot.

Melalui APBD 2018, lanjut Bupati, pemkab Sintang sudah menganggarkan untuk melanjutkan pengerjaan jembatan Ketungau Tengah II sebesar Rp.5 Miliyar, dengan rincian Rp3.Miliyar lebih untuk pancang tiang tengah dan Rp1.Miliyar untuk mobilisasi rangka baja dari Jakarta.

Sebab, sambungnya, untuk melanjutkan pembangunan jembatan Ketungau II tersebut pemerintah kabupaten Sintang mendapatkan bantuan rangka baja bentang 2×60 dari kementerian PUPR, tapi pemerintah kabupaten Sintang harus menyiapkan anggaran untuk mobilisasi dari Jakarta menuju Sintang.

“Tahun ini kita anggarkan Rp.5.Miliyar, jadi Rp.3.Miliyar lebih untuk membuat pancang tiang tengah dan fandernya, kemudian Rp.1.Miliyar lebih untuk mobilisasi rangka baja dari Jakarta ke Sintang.Kita bersyukur pak menteri memberikan kepada kita rangka baja dengan bentang 2×60 tipe A tetapi batangnya di gudang PU Jakarta, biaya angkutnya Rp.1.miliyar dan alokasi biaya angkutnya sudah kita amankan,”jelas Bupati Jarot, saat blusukan baru-baru ini.

Pekerjaan pancang tiang tengah dengan fandernya Jarot menargetkan tahun 2020 bisa selesai pengerjaannya.

“Ya mudah-mudahan akhir tahun 2019 bisa berfungsi.jadi kalau bisa tahun 2020 tidak ada lagi orang-orang yang menggunakan sampan apalagi pakai ponton, kita sudah mau langsung jadi, masyarakatpun bisa mengaksesnya,”jelas Bupati.

Inikan memberi daya ungkit yang luar biasa buat pembangunan di sebelah kanan mudik, karena sebelah kanan mudik ini biasanya secara strata sosial ekonomi dia lebih tinggi daripada sebelah kiri, kiri sebelah lebih tinggi apa pendidikan,tapi sebelah kanan ini kualitas pendidikan rendah,”jelas Bupati Jarot.(#Ted)

Artikel ini telah dibaca 106 kali

loading...
Baca Lainnya

PKN Minta Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Dusun Durin

Gayo Lues-Polda Provinsi Aceh diminta untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan jembatan Dusun Durin, Kecamatan Rikit...

26 September 2020, 12:31 WIB

Bhayangkari Daerah Banten dan Cabang Kota Tangerang Beri Bantuan untuk Anggota Nakes

TANGERANG – Pengurus Bhayangkari Daerah Banten dan Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Tangerang memberikan bantuan tali...

25 September 2020, 22:35 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Komunitas GO Graber Jadi Pelopor Patuh Protokol Kesehatan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kembali melaksanakan pembinaan komunitas untuk...

25 September 2020, 22:28 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi, 48 Pelanggar Dihukum Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi bersama...

25 September 2020, 22:20 WIB

Intensifkan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja Sanksi 45 Warga Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar Operasi Yustisi di 11...

25 September 2020, 21:50 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Jemaah Salat Jumat Doakan Pandemi Berakhir

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak jemaah Salat Jumat untuk...

25 September 2020, 21:40 WIB

loading...