Denpasar – Warga Lingkungan Desa Taman Pohmanis Kelurahan Penatih mengeluhkan adanya kegiatan alat berat eskavator melalukan pengerukan lahan diduga diperuntukkan sebagai kawasan perumahan. Warga perotes atas tindakan pengembang membuat proyek jembatan dan melakukan kegiatan disekitar zona kesucian pura. Menurut warga, proyek ini disebut-sebut belum ada sosialisasi dan izin dari lingkungan setempat.

I Ketut Nesa Ariana selaku Bendesa Adat Desa Taman Pohmanis membenarkan ada keluhan dari warga, bahkan perwakilan warga dikatakan pernah mendatangi proyek melakukan penghentian kegiatan namun pihak pengembang tetap saja beroprasi. “Anehnya justru warga kita dilaporkan ke pihak Polda dituding melakukan pengerusakan,” ujarnya, Senin (23/7)

Adanya masalah ini berujung sampai pihak aparat desa melakukan rapat (peparuman) guna mencari jalan keluar. “Sayang dalam pertemuan itu pihak pengembang tidak hadir, hanya menitip surat yang isinya pemberitahuan untuk penataan lahan,” ucapnya.

Warga tidak setuju lantaran sekitar areal proyek berdekatan dengan tempat suci (Pura).

“Sebelah selatan ada Pura Siwa Merta, sebelah utara terdapat Beji sebagai serana air suci (Petirtaan), sedangkan sebelah timur berdampingan dengan Pura Dalem dan Kuburan (Setra),” tuturnya.

Ia mengaku pihaknya sempat diundang pengembang bertemu pada kantor perusahaan di daerah Sidakarya Denpasar namun tidak ada titik temu. Ketika didesak peruntukan lahan dibilang tidak perlu tahu dan terkesan ditutupi. Diakui juga dirinya pernah dipanggil pihak Polda sebagai saksi guna memberikan keterangan. “Saya tidak tahu sampai dimana kelanjutan kasus itu sekarang,” jelasnya

I Wayan Kamar selaku Kepala Desa Penatih Dangin Puri mengatakan, rekomendasi terhadap proyek ini dikatakan dikeluarkan dari dinas PU Kota Denpasar. Namun sebelumnya pihak dinas tidak melakukan sosialisasi ke warga. “Lantaran belum ada sosialisasi, warga jadi mengeluhkan keberadaan proyek di lingkungan mereka,” jelasnya

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya pernah melakukan mediasi namun belum ada kejelasan. Disamping itu diungkapkan bahwa proyek ini menggunakan akses jalan melalui Kelurahan Penatih di luar wilayahnya. “Saya berharap persoalan ini cepat selesai, pihak-pihak terkait agar duduk bersama dengan warga untuk mencari penyelesaian,” harapnya