Walah, Suap Bupati Nonaktif Kebumen Mengalir Hingga Ke Wakil Bupati

- Tim

Jumat, 27 Juli 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pengelolaan uang panas fee proyek atau kemudian disebut bina lingkungan (bilung) diungkap dalam persidangan lanjutan perkara Bupati Kebumen non aktif, Mohammad Yahya Fuad dan Hojin Ansori yang digelar Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (25/7).

Saksi Barli Halim menyebut uang itu mengalir ke banyak pihak, termasuk ke Wakil Bupati Yazid Mahfudz. Keterangan Barli diamini Khayub M Lutfi di depan majelis hakim yang diketuai Antonius Widijantono SH.

Barli mengaku mendapat tugas mengelola fee proyek bersumber APBD serta APBD Provinsi (Banprov). Seingatnya, dia mengelola sedikitnya Rp 2,9 miliar. Dana sejumlah itu diperoleh dari Pengusaha Khayub M Lutfi dan rekanan atau pengusaha jasa konstruksi di Kebumen.

Barli juga mengatakan nama-nama penerima bina lingkungan, diantaranya Ketua PKB Zaeni Miftah 700 juta, Sekda Adi Pandoyo Rp 350 juta hingga Wakil Bupati Yazid Mahfudz yang seingat Barli sedikitnya Rp 125 juta dan sebuah mobil inova yang kini sudah di sita KPK.

Pengakuan Barli berbeda dengan catatan yang dimiliki jaksa KPK. KPK, berdasarkan pengakuan saksi-saksi lain, Barli mengelola uang Bilung senilai Rp 7,9 miliar.

Sementara uang yang dikembalikan barli senilai Rp 300 juta yang dikembalikan Barli. Saat dicecar JPU KPK apakah melaporkan soal uang-uang itu dan penggunaannya kepada bupati, Barli mengaku melapor dua kali.

Namun demikian, dalam beberapa kali dia bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Yahya Fuad. Pastinya, kata Barli, tidak ada uang dari fee yang mengalir kepada Yahya Fuad.

Baca Juga :  KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

Sementara itu, Khayub menyampaikan, dia menyerahkan uang Rp 2 miliar kepada Barli Halim. Uang itu sebagai comitmen fee agar Khayub mendapatkan proyek pembangunan RSUD Prembun senilai Rp 42 miliar.

Selain itu, ada juga Rp 200 juta untuk fee proyek alun-alun Gombong dan hutan Kota kepada Barli Halim. Juga kepada Adi Pandoyo 2,5 miliar untuk proyek DAK bersumber anggaran pusat.

Khayub menyampaikan, uang fee itu setelah pertemuannya dengan Mohammad Yahya Fuad dan Sekda Adi Pandoyo di Hotel Ambarukmo Jogjakarta pada Juli 2018. Saat itu, menurut Khayub, Mohammad Yahya Fuad memberitahukan ada proyek senilai Rp 100 miliar bersumber pusat. Agar dapat memeroleh proyek, Khayub diminta menyerahkan fee 7 persen.

Baca Juga :  KPK Resmi Panggil Sekretaris BPBD Sidoarjo, Soal Apa?

Namun, Khayub mengakui tidak menyerahkan uang itu kepada Bupati melainkan kepada Sekda Adi Pandoyo. Menanggapi kesaksian Khayub Yahya Fuad mengaku keberatan soal pertemuan Ambarukmo Jogja.

Yahya Fuad masih yakin, pertemuan itu tidak pernah ada. “Yang betul pertemuan berdua dengan saksi di pendopo (Bupati). Saya juga keberatan dengan angka Rp 36 miliar. Seingat saya Rp 30 miliar seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan,” tuturnya.

Yahya Fuad juga keberatan dengan kesaksian Barli Halim yang menyebut menarik fee atas perintah Mohammad Yahya Fuad. Yahya Fuad mengatakan, Barli sudah memungut fee sebelum dirinya dilantik bahkan jauh sebelum itu persisnya sejak masa-masa pemerintahan bupati sebelumnya.

Berita Terkait

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045
BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024
Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi
Sekolah KB Ancil Motaain Dapat Bantuan 100 Sak Smen
PASCA MENINGGAL PELAJAR SMKN SIDUAORI, KELUARGA PERCAYA SEPENUHNYA PADA PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRES NISEL
UNIT TURJAWALI SAT SAMAPTA POLRES NISEL RUTIN PATROLI DIALOGIS
INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 22:30 WIB

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045

Kamis, 18 April 2024 - 22:26 WIB

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 April 2024 - 21:05 WIB

Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam

Kamis, 18 April 2024 - 20:32 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 April 2024 - 09:43 WIB

PASCA MENINGGAL PELAJAR SMKN SIDUAORI, KELUARGA PERCAYA SEPENUHNYA PADA PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRES NISEL

Rabu, 17 April 2024 - 19:28 WIB

UNIT TURJAWALI SAT SAMAPTA POLRES NISEL RUTIN PATROLI DIALOGIS

Minggu, 14 April 2024 - 21:29 WIB

INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Minggu, 14 April 2024 - 01:04 WIB

Di Hina Ibu RT, Istri Wartawan TV Nasional Lapor Polisi

Berita Terbaru

Regional

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 Apr 2024 - 22:26 WIB

Sumatera Selatan

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti 7,7kg Sabu dan 183 Butir Pil Ekstasi

Kamis, 18 Apr 2024 - 20:32 WIB