Sabtu, 28 Juli 2018 - 19:46 WIB

REUTERS/Lai Seng Sin/File Photo

REUTERS/Lai Seng Sin/File Photo

Ternyata Partai Pribumi Bersatu Malaysia Adopsi Gerakan Priboemi Indonesia

Jakarta – Tahun 2016 lalu, Mahathir Mohammad mendirikan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) setelah hengkang dari Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Mahathir yang menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 1981-2003 kini kembali menjabat sebagai PM Malaysia setelah gerakannya mengalahkan petahana dalam Pemilu Raya Malaysia.

Mahathir tidak sendirian mengendarai PPBM, namun dipimpin oleh Muhyiddin Yasin yang dulunya dipecat eks PM Malaysia Najib Razak lantaran mempertanyakan dana perusahaan milik Negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB)

Setelah sempat menjadi guncangan, Singapura dan Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman Amerika telah memusatkan perhatian pada tuduhan bahwa lebih dari $3,5 Miliar telah dialihkan dari dana 1MDB yang didirikan oleh najib pada 2009.

Pengungkapan kasus itu membuat badai politik Malaysia, tapi perdana Menteri itu sejauh ini mampu mengatasi manuver para penantangnya yang berusaha menggesernya karena perannya dalam kontroversi itu. Perdana Menteri Malaysia mengaku tidak bersalah dengan mengatakan itu merupakan sumbangan Arab Saudi.

Kontroversi pun terus terjadi hingga terjadinya pemilu raya Malaysia pada Mei 2018 lalu,koalisi oposisi yang dipimpin Mahathir telah memenangkan 113 kursi, atau di atas lebih dari cukup untuk memenangkan pemilu.

Calon perdana menteri Malaysia harus mengamankan minimal 112 kursi dari 222 kursi Parlemen. Dengan hanya beberapa kursi yang tersisa untuk dihitung, hasil menunjukkan oposisi Pakatan Harapan telah mendominasi hasil perhitungan suara.

Mengenai perjalanan Partai Pribumi Bersatu Malaysia, ternyata memiliki sejarah erat dengan Indonesia. Bagaimana tidak, Mahathir yang merupakan pendiri partai itu ternyata mengadopsi gerakan Priboemi di Indonesia yang diketuai Muhardi.

Pada suatu wawancara dengan media Malaysia, Mahathir mengaku dirinya bangga dengan Indonesia lantaran memiliki Pribumi yang kuat, hal itulah menginspirasi dirinya membuat Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

Terpisah, Muhardi Ketua Umum Priboemi Indonesia saat dihubungi via selulernya mengatakan dirinya telah mengetahui jika gerakannya ini diadopsi oleh Malaysia yang kini menjadi penguasa, setelah Nazib yang berkuasa 60 tahun itu lengser.

Menurut Muhardi, Sabtu (28//7) via ponselnya bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu langsung dengan Mahathir Mohammad untuk mengkonsolidasi dengan Priboemi Indonesia. Pastinya kata dia, Priboemi Indonesia akan mendapat asupan dari partai penguasa Malaysia itu.

“Ditunggu saja, gerakan kita nanti”Sambungnya, mengakhiri.

(cr7)

Artikel ini telah dibaca 682 kali

loading...
Baca Lainnya

SEE EVERYBODY IN “THE NEW WORLD” SOON Azerbaijani Model In The Fight Against COVID-19

Emin Aliyev Chairman of The Association of Organic Producers and Exporters of Azerbaijan The World...

28 April 2020, 23:51 WIB

Ngeri! Pemerintahan Erdogan, 864 Bayi Dipenjarakan di Turki

TURKI –  Pemerintahan Turki yang di pimpin Erdogan menghancurkan demokrasi dan melanggar HAM dengan berbagai...

29 September 2019, 21:06 WIB

Ribuan Tanda Tangan Dukungan Warga Malang Tangkal Isu Provokatif Ajakan Kembali Warga Papua Ke Bumi Papua

Berbagai eksponen yang menamakan diri Solidaritas Indonesia (Solid) untuk NKRI serta Keluarga Besar Melanesia Malang...

5 September 2019, 12:22 WIB

Ajang Memperkenalkan Indonesia, KBRI Azerbaijan Kembali Gelar ICF 2019 September Mendatang

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 di...

29 Agustus 2019, 09:37 WIB

Kebakaran Amazon, Presiden Brasil minta Dunia tak Ikut Campur

Jakarta – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menuntut pihak asing tak ikut campur menyikapi kebakaran hutan...

Amazon/@EmmanuelMacron

23 Agustus 2019, 11:12 WIB

Papua nugini rusuh, Pesawat Dibakar

PNG – Papua Nugini telah menyatakan keadaan darurat, menangguhkan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata...

19 Agustus 2019, 14:17 WIB

loading...