Jakarta – Jelang pendaftaran Capres dan Cawapres 2019 pada Agustus mendatang, Suhu politik Indonesia makin tinggi. Prabowo Subianto dan Joko Widodo adalah dua nama yang berpotensi kembali dipertemukan pada Pilpres 2019.

Prabowo ingin meniru jejak kemenangan Oposisi di Malaysia. Ya, seperti di Malaysia, Partai Pribumi Bersatu yang didirikan Mahathir Mohammad memenangkan Pemilu Raya Malaysia setelah menjatuhkan incumbent yang 60 tahun berkuasa.

Sementara Joko Widodo yang kini sedang menentukan Calon Wakil Presiden melalui mitra koalisi PDI Perjuangan, sepertinya berada diatas angin. Ini karena Jokowi memiliki popularitas yang tinggi.

Mengenai Pilpres 2019, Partai Priboemi yang memiliki tujuan untuk menjadikan Rakyat sebagai tuan dinegeri sendiri masih belum menentukan sikap dan arah politik pada 2019.

Sekjend Priboemi, Yakub Arupalaka, Senin (30/7) mengaku pihaknya tidak membicarakan soal Pilpres 2019, lantaran lebih mengutamakan pilihan Rakyat.

“Terkait Pilpres 2019, Kami belum tentukan sikap dan arah politik akan mendukung siapa”Kata Yakub.

Dikatakan Yakub, Priboemi berencana menggelar Tabligh Akbar di Makassar pada 16 Agustus 2018 nanti, namun Priboemi tidak membahas Capres atau Cawapres.

Namun katanya, jika masyarakat berteriak untuk menyuarakan mendukung Capres baik Jokowi atau Prabowo maka Priboemi akan bersikap sesuai dengan yang dipilih Rakyat. Ucap Yakub

Sejauh ini kata dia, Priboemi hanya terus menyuarakan soal hak-hak Pribumi Indonesia, dimana pribumi yang semestinya diberikan tempat lebih, justru pekerja asing dari China datang dengan aturan mereka sendiri dan seenaknya saja berkeliaran di dataran Indonesia.

“Ini yang Priboemi terus suarakan,bahwa Pribumi harus jadi tuan di Negara sendiri, bukan penduduk asing”Tegasnya.

(cr7)