CIAMIS – Ciamis Jawa Barat dilanda kemarau panjang. Sumur-sumur mengering. Warga di sebagian wilayah itu mengalami krisis air bersih.

Di Dusun Sukaharja Desa Petir Hilir Kecamatan Baregbeg, warga terpaksa memanfaatkan air sungai Cisepet untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian. Sudah hampir dua minggu ini. Diperkirakan kemarau masih akan berlangsung hingga September.

Warga pasrah. Yang dilakukan hanya berdoa. Rupanya doa warga Sukaraja didengar aparat Polres Ciamis Polda Jawa Barat.

Selasa 31 Juli 2018, Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso turun tangan mengerahkan personilnya. Mengulurkan tangan, memberikan bantuan air bersih kepada warga di wilayah tersebut.

“Hari ini kita salurkan 8000 Liter air bersih untuk 200 Kepala Keluarga di Dusun Sukaharja,” tutur Kapolres.

Menariknya, tidak hanya Dusun Sukaraja yang ketiban berkah dari Polres Ciamis. “Sampai saat ini sudah ada dua wilayah,” urai pria santun yang dikenal religius ini.

Ya. Lulusan Akpol Terbaik 2001 ini akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang juga mengalami krisis air bersih. Lalu akan dijadwalkan pendistribusiannya, sehingga seluruh daerah kebagian air bersih.

“Sudah ada datanya dari BPBD Ciamis, berikutnya akan kami datangi satu-satu dan kami berikan air bersih,” terang Kapolres.

Lantas, sampai kapan hal itu akan dilakukan Polres Ciamis? “Insya Allah hingga kekeringan di Ciamis berakhir. Ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat,” pungkasnya.