Kamis, 2 Agustus 2018 - 11:30 WIB

Istimewa

Istimewa

Dana Jasmas Rp12 Miliar Diduga Diperkosa Dewan Surabaya, Ada Kader Gerindra

Surabaya – Dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2016 diduga kuat diembat Dewan Surabaya dalam kongsi mengusulkan dikeluarkannya dana Rp12 Miliar.

Persengkokolan jahat itu, pertama diketahui Inspektorat Pemkot Surabaya saat memeriksa nota keuangan Jasmas. Dalam pemeriksaan itu barulah ketahuan adanya kebocoran anggaran.

Sebagaimana mekanisme, untuk mendapatkan jasmas, warga mengajukan proposal ke dewan. Setelah itu, Pemkot Surabaya akan memverifikasi permohonan.

Dari permohonan itu, tiap anggota dewan punya platfon tak lebih dari Rp 1 miliar. Dana untuk pengadaan Terop dan Sound system itu diduga kuat di selewengkan.

Akhirnya, Satu demi satu anggota DPRD Surabaya diperiksa Kejari Tanjung Perak dalam dugaan korupsi dana hibah dari Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) ini.Rabu (1/8/) penyidik pidana khusus (pidsus) memeriksa Wakil Ketua DPRD Surabaya, Dharmawan.

Usai pemeriksaan, raut muka Dharmawan tetap tenang dan bisa menjawab pertanyaan awak media.

“Ini saya diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini (Jasmas),” jelasnya.

Dia mengaku dicecar lebih dari 20 pertanyaan seputar kasus ini (jasmas). Dia ditanya penyidik seputar mekanisme pencairan dana hibah dari jasmas.

Aden yang juga kader Partai Gerindra ini, menceritakan awalnya dia bertemu seseorang bernama Agus di ruangannya di DPRD Kota Surabaya.

Agus lantas menawarkan pengadaan terop di beberapa RT dan RW di Surabaya.

Namun, tawaran itu, kata Aden, dia tolak. Sebaliknya, dia meminta agar Agus menawarkan terop tersebut kepada RT yang membutuhkan terop.

Sementara, Kasi Intel Kejari Perak, Lingga Nuarie menuturkan, pemeriksaan Dharmawan untuk menambah bukti dan keterangan seperti halnya pemeriksaan pada beberapa anggota dewan lain.

“Ini (pemeriksaan) untuk menambah bukti,” urainya.

Mengenai kasus ini, dia menegaskan saat ini sudah masuk penyidikan umum. Dengan begitu, kejari sudah menemukan dugaan tindak pidana korupsi.

Namun, sejauh ini penyidik masih melakukan pendalaman guna menentukan status tersangka.

“Untuk berapa nilai kerugian masih belum kami pastikan. Kami masih lakukan pendalaman,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 255 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...