Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai keadilan sejahtera (PKS) atas pemecatan Fahri Hamzah sebagai Kader Partai.

Fahri mengaku akan menghubungi kuasa hukumnya untuk menindaklanjuti putusan MA tersebut.

“Saya malah baru dapat berita dari media, saya akan bertemu lawyer siang ini,” kata Fahri lewat akun twitternya @Fahrihamzah, Kamis (2/8).

Kuasa hukum Fahri Hamzah, Mujahid A Latief mengatakan pihaknya belum menerima salinan resmi dari putusan MA tersebut. Namun pihaknya sudah melihat secara langsung putusan MA yang menolak gugatan DPP PKS itu lewan laman resmi MA.

Mujahid menambahkan jika putusan MA merupakan ketetapan hukum yang mengikat dan tetap. Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihaknya adalah meminta permohonan eksekusi.

Diantaranya mengabulkan ganti rugi uji materiil Rp30 miliar dan meminta PKS untuk tidak lagi mengganggu Fahri Hamzah baik sebagai anggota DPR maupun kader PKS.

“PKS harus kembalikan hak-hak Fahri Hamzah. Keputusan DPP PKS cacat hukum dan salah,” ujar Mujahid.