Jumat, 3 Agustus 2018 - 13:52 WIB

Dilema, Prabowo Bikin Kesalahan besar

Jakarta – Prabowo Subianto membuat kesalahan besar, ini karena Ketum Gerindra itu dalam dilema menentukan Cawapres.

Pasalnya, Ada dua unsur yang memberikan rekomendasi kepada Prabowo mengenai cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres, pertama hasil Rekomendasi Ijtima Ulama dan tawaran Partai Demokrat.

Ijtima Ulama merekomendasikan dua nama yakni Ustaz Abdul Somad atau Salem Segaf Aljufri dan Demokrat mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rekomendasi itu sama-sama bagus, namun Prabowo lebih berpikir Realistis dan Pragmatis bahwa Pilpres membutuhkan logistik. Ya, AHY paling punya peluang soal urusan logistik Pilpres.

Peneliti Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Sirajuddin Abbas di Jakarta, mengatakan Partai Demokrat juga tidak akan bekerja sepenuh hati untuk Prabowo jika harapan mereka tidak terpenuhi, yakni menempatkan AHY sebagai cawapres.

Apalagi dalam koalisi, Partai Demokrat berada pada posisi memimpin. Sebaliknya, ruang bagi PAN dan PKS untuk menyeberang ke kubu Joko Widodo semakin sempit, jika mereka tidak sepakat dengan Demokrat dan Prabowo. PAN dan PKS saat ini hanya bisa mengupayakan konsesi terbaik buat mereka.

Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif mengatakan, partai koalisi wajib menghargai ajakan para ulama, jika ingin melahirkan sosok calon pemimpin yang terbaik, yang bisa dipilih oleh umat-nya

Dikatakan Slamet, Partai politik yang tergabung dalam koalisi keumatan agar menjunjung tinggi hasil Ijtima Ulama, yang di mana menghasilkan dua nama bakal calon Wakil Presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Yaitu, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri atau pendakwah Abdul Somad.

“Kalau itu kesepakatan atau keputusan ulama, atas kesepakatan menganggap dua sosok tersebut adalah pilihan yang terbaik. Insya Allah juga sama dengan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Slamet Ma’arif.

Ia berharap, agar koalisi keumatan dapat mengambil keputusan yang menyenangkan bagi semua pihak, khususnya ulama.

Sementara, Aktivis 212 Eggi Sudjana menyebut partai yang menolak rekomendasi duet Prabowo Subianto-Ustaz Abdul Somad (PUAS) munafik. Namun, Gerindra menegaskan rekomendasi capres-cawapres Ijtimak Ulama sangat diperhatikan.

“Intinya hasil rekomendasi Ijtimak Ulama kami perhatikan dan kami apresiasi,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade.

Lalu bagaimana Prabowo akan mengambil sikap?

Artikel ini telah dibaca 249 kali

loading...
Baca Lainnya

Pilkada Kota Depok 2020, Idris- IBH Didukung Penuh oleh Ikatan Keluarga Santri Depok (IKSD)

Sejumlah dukungan terus mengalir bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok Mohammad...

9 September 2020, 22:56 WIB

Wakil Ketua DPRD Badung: Bupati Jangan Tahan Rp 98 M Dana Corona

Badung – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa meminta...

Wakil Ketua DPRD Badung, I Wayan Suyasa. (Foto: Deliknews.com)

28 Mei 2020, 19:50 WIB

Terlalu Boros, Badung Minim Ongkos Hadapi Corona

Badung – Kebijakan selama ini dilakukan Giri Prasta sebagai Bupati Kabupaten Badung, Bali dianggap terlalu...

Ilustrasi (Foto: net)

28 Mei 2020, 18:53 WIB

Namanya Kian Melejit, Bambang Haryo Resmi Direkom Golkar di Pilbup Sidoarjo

Sidoarjo – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Sidoarjo semakin menarik, ini setelah Dewan Pimpinan Daerah...

Bambang Haryo Soekartono

2 April 2020, 11:57 WIB

Ambudi Meradang, Minta Bawaslu Sidoarjo Periksa Anggota DPRD dan Wabup Yang Maju Pilbup

Sidoarjo – Bakal Calon Bupati Sidoarjo, Ambudi Putra Leksana disemprit Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah...

Ambudi Bacabup Sidoarjo

14 Maret 2020, 16:13 WIB

Bambang Haryo Sebut Budaya Gemar Makan Ikan Cetak Generasi Cerdas

Sidoarjo – Melihat potensi nelayan tangkap ataupun nelayan budidaya di Sidoarjo yang luar biasa, Bakal...

Bambang Haryo Soekartono

9 Maret 2020, 15:28 WIB

loading...