Ngabalin Bisa terseret kasus Korupsi Idrus Marham?

  • Whatsapp

Jakarta – Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, disebut-sebut bisa terseret dalam kasus yang kini menimpa mantan Mensos Idrus Marham.

Ngabalin, bahkan mengawal Idrus Marham ke Istana Kepresidenan saat idrus meminta ijin pamit dan mundur. Meski kabar itu hanya terhembus soal ikhwal terseretnya Ngabilan, nampaknya Ngabalin cuek.

“Bantu doa biar ada jalan yang terbaik,” kata Ali di Kompleks Halaman Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (24/8).

Sekedar ditekahui, Idrus dikaitkan dengan penanganan kasus korupsi dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus sudah tiga kali dipanggil oleh KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut. Dia pun mengakui sudah menjadi tersangka KPK.

Ali mengatakan saat bertemu Jokowi Idrus melaporkan perkembangan penanggulangan serta penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Namun, ia enggan mengomentari lebih lanjut ketika dikonfirmasi kehadiran Idrus guna melaporkan perkara hukum dan niatan mengundurkan diri.

Ia benar-benar tutup mulut ketika kembali dikonfimasi pengunduran diri dan nama baru yang diajukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menggantikan Idrus.

Terpisah, Idrus telah mengakui dirinya mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai menteri sosial. Idrus menyatakan dirinya mundur agar tidak membebani presiden dan sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya.

“Tadi pagi saya lapor presiden langsung diberi waktu saya sampaikan sekaligus pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya,” ujar Idrus.

Pos terkait

loading...