Minggu, 26 Agustus 2018 - 20:57 WIB

Skandal Seks Terbongkar, Paus Fransiskus didesak Mundur

Vatikan – Paus Fransiskus menolak berkomentar soal seruan pengunduran dirinya terkait kasus pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik, yang marak terungkap belakangan ini.

Seruan agar Paus Fransiskus mundur itu dilontarkan mantan Duta Besar Vatikan untuk Amerika Serikat, yang menyatakan Paus Fransiskus telah menerima laporan darinya pada 2013 terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Kardinal AS namun Paus tidak bertindak.

”Saya tidak akan mengatakan apa pun terkait itu. Menurut saya komunike (tuduhan) itu telah berbicara sendiri,” kata Paus Fransiskus saat ditanyai wartawan di atas pesawat yang membawanya kembali ke Vatikan seusai kunjungan ke Dublin, Irlandia, Minggu (26/8).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan National Catholic Register, mantan Dubes Vatikan untuk Washington, Uskup Carlo Maria Vigano menyatakan dia telah memberitahu Paus Fransiskus pada 2013. Tapi laporan Vigano direspons dengan mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadap Kardinal AS Theodore McCarrick oleh Paus Benediktus, paus sebelum Fransiskus.

”Dia (Paus Fransiskus) tahu sejak 23 Juni 2013 bahwa McCarrick adalah predator serial,” tulis Vigano. ”Dia (Fransiskus) tahu bahwa dia (McCarrick) adalah orang yang korup, dia menutupinya hingga akhir.”

Pada Agustus lalu Pengadilan Penssylvania merilis dugaan pelecehan seksual yang dilakukan sekitar 300 pastor terhadap lebih dari 1.000 anak selama 70 tahun terakhir. Menurut laporan tersebut, peristiwa pelecehan seksual tidak terungkap karena pihak gereja menutup-nutupinya secara sistematis.

Kardinal McCarrick, mantan Uskup Agung AS pun mengundurkan diri di tengah tuduhan tersebut.

Adapun pernyataan Vigano sepanjang 11 halaman menuding para pejabat Vatikan dan Gereja Katolik AS menutup-nutupi kasus McCarrick.

Dalam bahasa yang blak-blakan, Vigano menyatakan upaya Gereja menutup-nutupi kasus tersebut, mirip dengan ’konspirasi mafia’.

”Paus Fransiskus berulang kali meminta agar gereja transparan,” tulis Vigano. ”Dalam momen yang dramatis bagi gereja universal, dia harus mengakui kesalahannya dan sesuai dengan prinsip tanpa toleransi, Paus Fransiskus harus menjadi contoh bagi para kardinal dan uskup yang menutup-nutupi pelecehan yang dilakukan McCarrick dan mundur bersama dengan mereka,” tulis Vigano.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

loading...
Baca Lainnya

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

loading...